Penolakan terhadap pemilihan kepala daerah melalui DPRD terus menggema. Kali ini dari masyarakat yang menamakan diri Koalisi Kawal RUU Pilkada di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
"Yang biasanya kita memilih langsung tahun 2015 akan dicabut hak suara kita. Bagi yang tidak setuju silakan tanda tangan, yang mau mendukung pemilihan langsung. Mari bergabung mendukung pemilihan secara langsung," ujar salah seorang perwakilan dengan pengeras suara, Minggu (14/9/2014) pukul 07.30 WIB.
Tak butuh waktu lama, warga yang tengah berkumpul di sekitaran Bundaran HI pun langsung menyemut. Mereka beramai-ramai ikut membubuhkan tanda tangannya dalam satu spanduk putih bertuliskan #DukungPilkadaLangsung yang membentang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai LSM turut andil dalam aksi serempak ini. LSM yang akan mengikuti aksi antara lain, Perludem, ICW, TI Indonesia, IBC, FITRA, Correct, JPPR, KIPP Indonesia, Puskapol UI, PSHK, Pattiro, Yappika, Populi Center, KPPOD, Kopel, IPC, Rumah Kebangsaan, dan PVI.
Panitia dari Koalisi Kawal RUU Pilkada juga membawa berbagai atribut berupa spanduk. Salah satu spanduk berisikan pesan kepada Presiden SBY.
"Pak SBY, Jagalah demokrasi yang telah Anda bangun! #DukungPilkadaLangsung," begitu tulisannya.
Kegiatan ini digelar serentak di 5 kota se-Indonesia. Berikut lima tempat digelarnya aksi serempak untuk menolak pemilihan kepala daerah lewat DPRD itu :
1. Jakarta, Car Free Day Bundaran HI mulai pukul 07.00-09.00 WIB
2. Banda Aceh, di Lapangan Blang Padang-Banda Aceh pukul 07.00-10.00 WIB
3. Makassar, di Pantai Losari Makassar pukul 07.00-11.00 WITa
4. Bandung, Car Free Day Dago Bandung pukul 06.00-10.00 WIB
5. Semarang, di Jl Pahlawan, Semarang. Depan gubernuran (Kantor Pemerintah Prov. Jateng)
(aws/kha)











































