Empat WNA mendapat hadiah jalan-jalan keliling Indonesia. Lantaran menjadi Penggemar setia siaran Voice Of Indonesia melalui audio streaming. Keempat WNA itu adalah Idris dari Maroko, Chau ya thung, dari Tiongkok, Benhard Stayer dari Jerman, dan Amir Jamil dari Pakistan. Mereka mendapat undangan dalam perayaan ulang tahun RRI ke-69, karena pemenang Kuis Wonderful Indonesia yang diselenggarakan oleh RRI.
"Mereka ini merupakan pemenang quis Wonderful Indonesia yang diselenggarakan RRI melalui chanel Voice Of Indonesia yang diisiarkan ke Luar Negeri," ujar Direktur RRI Kabul Budiono dalam perayaan ulang tahun RRI ke 69 di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).
Kabul mengatakan kuis yang diadakan oleh Voice Of Indonesia untuk dapat mengenal kebudayaan asli di mancanegara. Pemenang kuis ini merupakan Generasi ke empat. "Mereka kita undang ke Indonesia, untuk dapat menghadiri perayaan RRI. Sebagai pemenang mereka berkesempatan keliling Indonesia untuk dapat mengtahui potensi wisata Indonesia dan dapat menceritakan kepada warga negara asing, lainnya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat senang sebagai pendengar Voice Of Indonesia berkesempatan hadir. Saya merasa Seperti di rumah," ujar Jamil dari Pakistan yang mengundang tepuk tangan tamu undangan.
Sementara Benhard Stayer sebagai pemenang asal Jerman memiliki keterbatasan dalam berbahasa Inggris. Alhasil Direktur RRI Kabul Budiono pun membantu menerjemahkan ke bahasa Indonesia.
"Jadi Benhard mengatakan kalau dia merupakan pendengar RRI melalui audio streaming di Southwave beberapa mil dari ibukota Jerman. Ya kalaupun saya salah mengartikan dia juga tidak mengerti bahasa saya," ujar Kabul yang mengundang gelak tawa.
Kabul mengatakan salah satu keberhasilan RRI sebagai ujung tombak kedaulatan NKRI adalah Voice Of Indonesia. Sebagai ujung tombak RRI berusaha memberikan Citra baik Indonesia di mata dunia.
"Kami bangga atas Kehadiran Voice Of Indonesia yang memiliki pendengar diseluruh dunia. Tak hanya ikatan ilmuwan dan Perhimpunan Pelajar Indonesia akan tetapi suara kami tetap berjaya di penjuru dunia," tutupnya.
(edo/rvk)











































