Salah satu pemondokan yang berada di luar markaziah adalah adalah Mlhaq Al Mudiaf yang terlekat sekitar 1 Km dari Masjid Nabawi. Posisinya berada di sebelah Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).
Pantauan wartawan detikcom di lokasi pemondokan, Kamis (11/9/2014) dari luar pemondokan ini tampak tak terurus. Wajar saja gedung ini sudah 5 tahun tidak dihuni. Halamannya juga sangat berdebu lengkap dengan mobil-mobil butut diparkir di depannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk masuk ke kamarnya jamaah harus naik lift yang terlihat kuno untuk masuk ke kamarnya. Tim Media Center Haji berkesempatan meninjau kamar jamaah. Dalam satu kamar rata-rata diisi 9-10 jamaah haji. Setiap dua kamar terdapat satu kamar mandi. Kondisi ini, ditambah jarak yang cukup jauh dari Masjid Nabawi banyak dikeluhkan jamaah.
"Rata-rata ya kejauhan mereka kelelahan, mereka harus mengejar arbain cukup repot, ya cukup kelelahan. Banyak jamaah sakit, karena jamaah terlambat makan dan gizi tidak seimbang. Tim kesehatan menjadi kerepotan. Fasilitas juga nggak bagus-bagus amat karena ternyata ini tempat tidak digunakan empat tahun," kata Baymakmun, salah satu pembimbing ibadah haji yang tinggal di pemondokan tersebut.
Untuk kamar mandi sebenarnya cukup luas. Namun memang harus bergantian untuk mandi karena keterbatasan jumlah.
Jamaah yang tinggal di pemondokan tersebut berasal dari kloter 17 dari embarkasi JKS (Jakarta-Bekasi). Total jamaah yang tinggal sekitar 450 orang. Untuk mengantisipasi jamaah sakit, terdapat pusat kesehatan di lantai 3.
Meski jauh para jamaah mendapatkan fasilitas antar jemput ke Masjid Nabawi. Namun lagi-lagi fasilitas ini juga tidak optimal disediakan para Majmuah.
"Kalau jemputan sudah dijanjikan menjelang dhuhur pukul 11.00 disamping hotel, ashar nggak ada. Maghrib dan Isa dijemput pukul 17.00 sore pulangnya setelah pukul 21.00," ungkapnya.
Meski demikian para jamaah tetap ikhlas menjalani ibadah. "Ya sebenarnya kecewa tapi namanya ibadah haji ya kita harus ikhlas menjalani," kata Yusuf, salah seorang jamaah yang sedang bersiap-siap di kamar sempitnya untuk salat dhuhur di Masjid Nabawi.
PPIH Daker Madinah pun terus berupaya mencari solusi terkait hal ini. Karena kekacauan ini diakibatkan majmuah yang ingkar terhadap perjanjian kerja yang disepakati.
(van/aan)










































