Dia menekankan perubahan keinginan ini karena tidak ingin kondisi internal partainya selalu ribut.
"Bukan melunak. Ini kan saya mencalonkan karena kepentingan partai, untuk menjaga soliditas partai, kalau ribut terus sudah banyak yang menertawakan," ujar Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung tak mempersoalkan kekecewaan kubu Zaenal Bintang karena pilihan Agung mendukung Munas tahun 2015. Sejauh ini, kata dia, komunikasi dengan Zaenal Bintang cs masih terus dilakukan.
"Ya tidak apa-apa. Tidak ada masalah. Saya juga masih sering berhubungan," sebut Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu.
Lantas, bagaimana dengan persiapannya sejauh ini sebagai calon ketum? Dia menegaskan jika modal untuk menjadi calon ketum tidak cukup dengan suara daerah.
Namun, juga persamaan visi misi soal kepentingan parpol. Dia pun berharap jika suara pemilihan ketum Golkar nanti jauh dari agenda bagi-bagi uang.
"Saya harapkan tidak ada semua itu. Bisa clear, makanya saya selalu sampaikan soal-soal ideologi hak-hak kepentingan partai politik. Jadi bukan jual beli suara, saya tidak mau seperti itu," katanya.
(hat/fdn)











































