Indonesia dan Maroko Sepakat Dorong Peningkatan Kerja Sama Bilateral

- detikNews
Selasa, 09 Sep 2014 02:16 WIB
Pertemuan Delegasi MPR RI dengan Parlemen Maroko (Foto: KBRI Rabat)
Jakarta - Parlemen Indonesia dengan Maroko sepakat mendorong peningkatan kerja sama bilateral di berbagai bidang. Kesepakatan ini merupakan hasil pembicaraan antara delegasi MPR RI dengan Majelis Mustasyarin (Majelis Tinggi) Maroko.

Delegasi MPR RI yang dipimpin Ketua MPR Sidarto Danusubroto mengadakan pertemuan dengan Presiden Majelis Mustasyarin Maroko, Mohammed Cheikh Biadillah, Kamis (4/9/2014). Pembicaraan tersebut dilakukan di Kantor Parlemen Maroko.

"Pada pertemuan tersebut, kedua delegasi sepakat untuk mendorong peningkatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, khususnya di bidang perdagangan. Sebagai informasi, nilai perdagangan RI-Maroko pada periode Januari-Juni 2014 tercatat sebesar 120 juta USD dan Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar 47,3 juta USD," demikian seperti yang dikutip dari surat keterangan KBRI Rabat, Maroko, Selasa (9/9/2014).

Sebelum pertemuan dengan Majelis Mustasyarin, delegasi MPR RI juga telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Maroko Abdelillah Benkirane, Rabu (3/9). Pada kesempatan tersebut, Benkirane mengharapkan Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto dapat mendorong peningkatan kerja sama bilateral RI-Maroko.

"Antara lain melalui perwujudan pertemuan kedua Sidang Komisi Bersama RI-Maroko, yang telah tertunda sejak tahun 2010. Pertemuan pertama SKB RI-Maroko berlangsung pada bulan Juni 2008 di Rabat," jelas KBRI Rabat dalam keterangannya.

Rombongan MPR RI melakukan kunjungan kerja di Maroko dan berada di Rabat pada 2-5 September 2014. Delegasi dipimpin oleh Ketua MPR-RI Sidarto Danusubroto, Wakil Ketua MPR-RI Hajriyanto Y. Thohari, Wakil Ketua MPR-RI Melani Leimena Suharli, dan diikuti pula oleh 5 anggota MPR-RI lainnya.

Pada kesempatan tersebut, delegasi juga melakukan pertemuan dan dialog dengan masyarakat Indonesia di Maroko. Sidarto pun menekankan kepada WNI di Maroko yang sebagian besar merupakan mahasiswa, untuk memiliki kebanggaan menjadi WNI. Ia pun mengingatkan pesan Presiden Soekarno untuk jangan pernah melupakan sejarah bangsa Indonesia.

Sidarto dan rombongan bersama Presiden Majelis Mustasyarin Maroko Mohammed Cheikh Biadillah pun sempat meninjau Pameran Foto Kunjungan Presiden Soekarno di Maroko tahun 1960. Selain itu, delegasi MPR juga melakukan ziarah dan meletakkan karangan bunga di di Mausoleum (Makam) Raja Mohammed V dan Raja Hassan II.

(ear/mpr)