Gaji Karyawan Pertamina Dipotong Sepihak untuk Bantu Aceh
Kamis, 06 Jan 2005 15:34 WIB
Jakarta - Berbagai upaya dilakukan untuk menggalang dana kemanusiaan guna membantu korban bencana gempa dan gelombang tsunami di Aceh. Pertamina, salah satu BUMN yang sering mendapat sorotan publik juga tak mau kalah untuk menggalang dana. Kabarnya, pertamina mentargetkan dana yang terkumpul sebesar Rp 60 miliar.Dengan target sebesar itu, pertamina mengambil kebijakan memotong gaji karyawan dan direksi pertamina antara 5-10 persen. "Pemotongan ini menyalahi kesepakatan, karena pada awalnya pemotongan berjenjang dan jumlahya jelas. Golongan I dipotong 25 ribu, golongan 2 dipotong 20 ribu dan golongan 3 dipotong 15 ribu. Tapi karena dianggap terlalu kecil, terus dinaikkan menjadi 5-10 persen," kata Ketua Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia Otto Gewa Diwara saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (6/1/2005).Menurut Otto Gewa Diwara tindakan pemotongan gaji secara sepihak oleh direksi Pertamina ini menyalahi kesepakatan. "Meskipun tujuannya baik, sangat mulia, tetapi seharusnya soal sumbangan ini tak dipolitisi. Karena ada isu akan ada perombakan jajaran direksi, kemudian mereka berlomba-lomba cari muka dengan membantu Aceh," kata Otto.Dalam penilaian Otto, direksi Pertamina telah ingkar janji karena merubah kesepakatan awal. Dimana besarnya sumbangan golongan I di potong Rp 25 ribu, golongan 2 Rp 25 ribu dan golongan 3 Rp 15 ribu dan untuk level direksi 5 persen dari upahnya. "Mereka berkilah bahwa nominal tersebut kekecilan, maka dengan semana-mena kesepakatan yang telah dibuat kedua belah pihak, dirubah. Melalui Supriyanto Direktur ESDM merevisi sumbangan dengan pemotongan gaji 5-10 persen, yang implementasinya pada bulan Februari mendatang, demi target sekitar Rp 60 miliar untuk disumbangkan ke Aceh," kata Otto.Otto mengeluhkan besarnya sumbangan yang dipotong. "Pegawai Pertamina juga rakyat. Kami menyumbang bukan hanya lewat kantor saja. Kami juga bukan orang yang tidak peduli bencana, kami juga menyumbang material ke posko-posko yang ada di lingkungan sekitar," tambahnya.
(jon/)











































