ADVERTISEMENT

Ini Kesimpulan KNKT Tentang Kecelakaan Lion Air di Bali pada April 2013

- detikNews
Minggu, 07 Sep 2014 20:26 WIB
Jakarta - Pada 13 April 2013 silam, pesawat Lion Air Boeing 737-800 mengalami kecelakaan: mendarat di perairan laut Bali, meleset dari runway Bandara Ngurah Rai. Kecelakaan itu lebih karena human error, lalu apa penyebabnya?

Pilot Lion Air pada penerbangan ini adalah Kapten Pilot Mahlup Ghazali (WNI) dan Kopilot Chirag Kalra (warga negara India). Pesawat membawa 101 penumpang, dan tujuh awak. Sebanyak 45 di antaranya mendapatkan luka akibat insiden ini. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah selesai melakukan penyelidikan mendalam mengenai kecelakaan ini. Merujuk pada dokumen laporan hasil penyelidikan yang dikutip Minggu (7/9/2014), insiden tersebut terkait erat dengan kabut tebal di Runway 9 pada saat kecelakaan terjadi. Adapun Kesimpulan mengendai kondisi pesawat, alat transportasi tersebut dinyatakan berada dalam kondisi yang cukup baik.

Awalnya, pesawat dikendalikan oleh kopilot, lalu ketika dalam posisi akan mendarat pilot mengambil alih kendali. Pada saat itulah, persoalan dimulai.

Dalam laporan akhir KNKT disebutkan pilot gagal melihat secara akurat apa yang ada di depan. Hal itu disebabkan hujan deras dan kabut tebal.

"Pilot tidak menyadari karakteristik badai, terutama jenis cumulonimbus. Kondisi ini dapat disimpulkan sebagai ketidakmapuan untuk menyadari situasi," demikian isi laporan tersebut.

Lantas pilot mencoba untuk berputar dan mencoba upaya lain untuk dapat mendekati runway. Namun pesawat sudah berada dalam kondisi yang cukup rendah untuk melakukan manuver.

Laporan itu juga menyebutkan adanya faktor lain di samping faktor SDM penerbang. "Pilot tidak diberi perkembangan secara terus menerus mengenai perubahan kondisi cuaca," tulisnya.

(fjp/nrl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT