Menurut Drajad, sosok Suhardi merupakan politikus yang sederhana dan merakyat. Mendiang Suhardi juga dianggap akademisi handal yang konsisten terhadap persoalan pangan rakyat.
"Beliau sosok politisi dan ketum parpol yang sederhana dan merakyat. Enteng saja naik angkot dan sekaligus akademisi yang handal. Almarhum sangat konsisten memperjuangkan kedaulatan rakyat di bidang pertanian dan pangan," ujar Drajad dalam pesan singkatnya, Jumat (29/8/2014).
Dia mengaku kalau dirinya sampai tidak bisa menahan air mata saat ikut sholat jenazah di Yogyakarta, hari ini. Drajad pun berharap kepergian Suhardi bisa menyadarkan masyarakat Indonesia terhadap bahayanya menjadi perokok pasif. Pasalnya, dia menilai salah satu penyebab sakit kanker paru-paru yang diderita Suhardi karena asap rokok yang sering dihirup.
"Itu sebabnya ketika mensalati beliau tadi pagi, saya tidak sanggup menahan air mata. Saya sangat kehilangan. Mudah-mudahan wafatnya beliau menyadarkan rakyat Indonesia akan betapa besar bahayanya menjadi perokok pasif. Jadi, jangan merokok sembarangan. Hormati hak orang yang tidak merokok," sebutnya.
(hat/rvk)











































