16 ABG yang Dijual jadi Striptis ke Malaysia Digaji Rp 1-2 Juta per Bulan

16 ABG yang Dijual jadi Striptis ke Malaysia Digaji Rp 1-2 Juta per Bulan

- detikNews
Selasa, 26 Agu 2014 19:12 WIB
Jakarta - 16 perempuan asal Indonesia dijual dan dipekerjakan di negeri jiran, Malaysia. Mereka bekerja di klub malam menjadi seorang penari telanjang dengan gaji Rp 1-2 juta per bulannya.

"Mereka dibayar kalau dirupiahkan, bukan gaji bulanan, sebulan Rp 1-2 juta," kata Kanit Human Trafficking Sundit III Bareskrim Polri, AKBP Arie Darmanto di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Enambelas korban yang dominan di bawah umur ini belum setahun bekerja sebagai pemuas syahwat para hidung belang di negeri Jiran. Selama bekerja di sana, mereka tinggal di sebuah apartemen yang difasilitasi agensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka diberi fasilitas seperti kos-kosan," kata Arie.

Enambelas korban ini datang dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Korban tergiur dengan pesan-pesan yang tersebar, salah satunya di Facebook dan iklan media lokal.

"Melalui iklan di beberapa tabloid lokal dan beberapa media seperti Facebook dengan broadcast pekerjaan," katanya.

Arie mengatakan, para korban berangkat dengan cara ilegal, yaitu dengan memanipulasi data dan berkas pembuatan Paspor di Imigrasi. "Paspornya asli, tapi data-datanya palsu. Ada dua orang yang diduga memalsukan data paspor, mereka calo," kata Arie.

Kasus ini bermula dari laporan seorang warga ke Bareskrim terkait pengiriman anaknya ke Kuala Lumpur. Dari penyidikan kepolisian, praktik perdagangan orang ini melibatkan DPO Farida Zaharina alias Ina. Jejak buron Ina juga terendus dalam praktik perdagangan orang yang diungkap di Medan.

"Ina tidak asing dalam dunia hiburan striptis. Ini diberikan ruang oleh pengusaha hiburan di Malaysia, makanya kita berikan red notice dan bekerja sama Interpol dan FBI," papar Arie.

Polisi menduga korban tidak hanya keenambelas anak bawah umur di Malaysia. "Diduga tidak cuma di Malaysia tapi di vietnam. Kurang lebih Asia Tenggara," ujarnya.

(ahy/jor)


Berita Terkait