Ibu-Anak Lumba-Lumba Dihempas Tsunami di Thailand
Selasa, 04 Jan 2005 14:02 WIB
Jakarta - Seorang pria mencari istrinya yang hilang setelah gelombang tsunami menerpa sebuah pantai di Khao Lak Thailand. Tapi dia justru menemukan 2 ekor lumba-lumba, ibu dan anaknya.Penemuan itu terjadi pada 3 Januari 2005 atau 9 hari setelah bencana tsunami. Demikian dilaporkan AP, Selasa (4/1/2005).Kedua binatang mamalia itu diyakini berjenis lumba-lumba berpunggung bungkuk Indo-Pasifik. Sang ibu yang memiliki panjang 7 kaki itu mengalami luka di bagian punggungnya. Sedangkan anaknya diperkirakan baru berusia 3 tahun.Keduanya terdampar di sebuah laguna atau danau pinggir laut di selatan Thailand akibat hempasan gelombang tsunami. Regu penyelamat pun segera bekerja memulihkan kondisi kedua lumba-lumba itu dan mengembalikan ke laut."Menurut perhitungan saya, kedua lumba-lumba itu terbawa gelombang tsunami yang pertama hingga ke laguna. Saat air laut surut, mereka tidak bisa kembali lagi ke laut. Kemungkinan karena laguna tersebut cukup dalam sekitar 16 kaki," kata Edwin Wiek, seorang warga Belanda yang memimpin Wildlife Friends of Thailand Rescue Center.Menurut Wiek, kedua lumba-lumba itu hanya mampu bertahan beberapa hari tanpa ikan hidup untuk disantap. Untuk itu pihaknya harus segera mengupayakan keduanya keluar dari laguna.Beberapa tim yang terdiri dari dua lusin penyelam Yunani mencoba memasukkan kedua lumba-lumba ke sebuah jaring, kemudian membawanya dengan truk ke laut. Namun usaha itu gagal. Menurut seorang pakar biologi laut, jaring yang dipakai terlalu kecil.Melalui siaran radio, diumumkanlah kepada para nelayan untuk membawa jaring berukuran besar ke lokasi kedua lumba-lumba yang tidak jauh dari sebuah resort bernama Sofitel yang sudah rata dengan tanah akibat tsunami.Pejabat militer Thailand Mayor Wipol Inthong mengungkapkan kemungkinan menggunakan pesawat militer untuk mengangkut kedua lumba-lumba kembali ke laut jika tidak bisa diangkut dengan truk.Dituturkan Wiek, ada sekitar 500-600 lumba-lumba berpunggung bungkuk Indo-Pasifik di lautan sekitar Thailand. Mereka melakukan migrasi antara Samudera Hindia dan Pasifik.
(sss/)











































