Berduka untuk Aceh, Aktivis Palembang Bagikan Kerupuk
Senin, 03 Jan 2005 18:34 WIB
Palembang -
Sebagai tanda berduka atas bencana alam di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, para aktivis prodemokrasi di Palembang membagikan kerupuk kepada masyarakat Palembang."Kerupuk ini sebagai simbol kelaparan atau ketidakberdayaan saudara-saudara kita yang berada di Aceh. Harapan kita dengan merasakan kerupuk ini, kita dapat merasakan bagaimana penderitaan saudara-saudara kita di Aceh itu," kata Eet dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan, yang turut membagikan kerupuk kepada pengguna jalan, di sekitar Bundaran Air Mancur, Palembang, Senin (3/1/2005).Namun, kerupuk yang dibagikan bersama teks bertuliskan "Sepotong Duka Dalam Sepotong Kerupuk" tidak semuanya mau diterima bagi pengguna jalan. "Apa ini, Dik. Saya nggak mau kerupuk. Saya mau selebaran bae," kata seorang bapak yang tengah mengendarai sedan.Mengapa kerupuk yang harus dibagikan? Menurut Tarech Rasyid dari Yayasan Kuala Merdeka (YKM), kerupuk adalah makanan yang umurnya cukup tua di Indonesia. Hampir semua rakyat Indonesia pernah makan kerupuk. Tidak peduli miskin maupun kaya. "Nah, kerupuk ini adalah untuk menandakan bahwa kita bersaudara," kata Tarech. Selain membagikan kerupuk, ditampilkan juga happening art mengenai kondisi korban bencana tsunami dan gempa bumi di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.Sebelumnya, puluhan anak jalanan dan aktivis prodemokrasi mengamen di bus kota untuk mengumpulkan dana untuk Aceh. "Nilai yang kami kumpulkan hanya Rp 500 ribu. Tapi bukan uangnya, sikap ini sebagai pendidikan buat anak-anak jalanan dalam membangun solidaritas," kata Rina Bakrie dari Yayasan Puspa Indonesia.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































