"Kejadian seperti ini menyedihkan, masyarakat masih percaya hal seperti babi ngepet," kata Ketua Animal Defender, Doni saat berbincang, Sabtu (16/8/2014).
Doni yakin isu itu seringkali disalahgunakan oleh segelintir orang. Tujuannya sebagai pembenaran melakukan penganiayaan kepada manusia atau hewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ada hewan, seperti kucing atau anjing, yang dirasa menggangu oleh warga, Doni siap untuk diskusi mencari solusi terbaik. Bukan saja untuk warga tapi juga untuk hewan tersebut.
"Kami berencana mengajak dinas terkait untuk bekerjasama perihal vaksinasi rabies+kontrol populasi via sterilisasi massal bersubsidi," tandasnya.
(mok/ndr)











































