Bantuan Aceh yang Menumpuk di Kolinlamil Mulai Rusak

Bantuan Aceh yang Menumpuk di Kolinlamil Mulai Rusak

- detikNews
Senin, 03 Jan 2005 16:12 WIB
Jakarta - Ribuan dus mie instan, air minum mineral, dan beras yang disalurkan masyarakat untuk korban gempa dan tsumani di Aceh dan Sumut, hingga kini masih menumpuk di gudang penampungan dan tempat parkir Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok. Derasnya bantuan dari masyarakat membuat pihak Kolinlamil agak kerepotan mengangkut bantuan tersebut ke kedua wilayah tersebut. Padahal, 26 KRI dan 12 pesawat sudah dikerahkan untuk mengangkut bantuan tersebut. Di mana setiap KRI mampu mengangkut 18 truk yang membawa bantuan itu.Kadispen Kolinlamil Letkol Laut Hendra Pakan saat ditemui di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Senin, (3/1/2005) mengatakan, bantuan yang menumpuk tersebut disebabkan tidak berhentinya bantuan yang disampaikan oleh masyarakat. Sedangkan, kapasitas kapal yang dibuat pada tahun 1961 itu tidak mampu menampung semuanya. "Yang menjadi kendala adalah proses pengangkutan barang-barang itu ke dalam kapal karena membutuhkan waktu yang sangat lama, dan kapal perang itu sendiri di laut hanya bisa berkecepatan 10-12 knot. Ini disebabkan karena kapal-kapal itu sudah tua. Jadi tidak dapat dipaksakan berkecepatan penuh," kata Hendra.Akibat derasnya bantuan, sedangkan kapasitas kapal tidal memungkinkan lagi, Kadispen AU Laksma TNI Abdul Malik Yusuf seperti yang dikutif Handra sempat mengatakan agar bantuan yang disalurkan dari masyarakat dihentikan dulu karena kondisi penampungan yang ada di Kolinlamil sangat terbatas, sehingga dikhawatirkan bantuan akan rusak akibat perubahan cuaca. "Dalam satu kapal KRI bisa menampung hingga 18 truk. Yang menjadi kendala adalah bahwa bantuan itu banyak yang berupa kardus-kardus mie instan yang kalau ditimbang beratnya tidak seberapa. Jadi barang-barang itu sangat banyak memakan tempat," kata Hendra.Dari pemantauan detikcom, sangat banyak bantuan yang masih tertimbun di Kolinlamil yang kondisinya sudah rusak. Seperti kardus-kardus air minum mineral yang mulai sobek-sobek meski oleh pihak Kolinlamil sudah diupayakan ditutup dengan kain terpal.Selain itu, sejumlah karung beras terlihat sudah mulai menguning akibat perubahan cuaca. Barang-barang ini diletakkan di lorong-lorong gedung yang terbuka, tempat parkir, atau gudang terbuka di depan dermaga. (umi/)


Berita Terkait