"Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, sudah," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014).
Meski hanya 5 hari, namun jam belajar para siswa di Jakarta ditambah menjadi dua shift. "Ada tambahan sedikit saja. Tidak masalah," kata Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya tambahi jam doang. Konsekuensi dari kurikulum baru itu. Nanyanya jangan ke saya dong. Nanya ke yang buat kurikulum dong. Tidak ada apa-apa itu. Itu hanya tambahan setengah jam saja," katanya.
"Itu kan memberikan kesempatan bagi anak untuk mempunyai ruang-ruang bermain, belajar, dan teman-temannya. Ruang-ruang kreatif untuk anak-anak, ruang-ruang untuk Pramuka, olahraga bareng-bareng dengan teman-temannya, ruang-ruang untuk bermain-main, ketemu dengan adik-adiknya dan keluarganya," tambah Jokowi.
(jor/aan)











































