"Kampanyekan internet sehat. Karena internet itu sumber informasi yang bagus sekali," kata Seto di kediamannya, Jalan Taman Cirendeu, Tangerang Selatan, Jumat (15/8/2014).
Dalam menyikapi fenomena ini, Seto juga menghimbau pada pemerintah untuk mengontrol materi-materi yang ada di internet. Lalu pejabat RT/RT serta Kepolisian Sektor mengontrol warnet-warnet yang ada dilingkungannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seto mengatakan, pemberdayaan masyarakat harus benar-benar ditingkatkan untuk bisa menjadi pelindung bagi anak-anak di wilayahnya. Maka, Seto berharap di setiap RT, RW ada sejenis Komisi Perlindungan Anak atau Satgas Perlindungan Anak.
"(di RT RW) Ada seksi keamanan, kebersihan, tapi mengapa seksi perlindungan anak tidak ada. Di lingkungan saya sudah ada. Tangsel katanya seluruh RT-RT-nya sudah ada," katanya.
"Jadi ada kegiatan-kegiatan yang dikoordinasi dengan RT RW, dan kebijakan masing-masing kabupaten atau kota untuk membiayai anak-anak yang berinternet sehat di lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda menilai peran serta keluarga lebih ditegakkan dan ditingkatkan lagi dalam hal game online ini. Sebab ada juga anak yang bermain game di rumah masing-masing. Maka keluarga harus mengetahui game yang digunakan anak-anak itu baik atau justru merusak mereka.
"Juga peran dari pemerintah, sering-seringlah menyidak hal-hal yang demikian. Karena banyak sekali warnet yang ada di ibukota, itu menyediakan game-game yang sangat menyeramkan. Itu merusak karakter. Harapan kami adanya kerjasama antara pemerintah, yuk konsen pada tumbuh kembang anak," katanya dalam kesempatan yang sama.
(idh/ndr)











































