"Jumlah total MERS CoV di Arab Saudi sejak Juni 2012 adalah 723 kasus, 299 di antaranya (meninggal). Artinya angka kematian 41,35 persen," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Rabu (13/8/2014).
Tjandra mengatakan bahwa angka kematian MERS CoV memang lebih rendah dari Ebola yang mencapai 54,8 persen (menurut data 9 Agustus 2014). Namun angka kematian MERS CoV yang lebih dari 40 persen menurutnya patut menjadi perhatian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat 3 cara penularan virus ini yaitu community acquired, Hospital acquired, dan Close human to human contact.
Virus MERS mendapat perhatian khusus sejak bulan Juli 2014 sebelum bulan Ramadan. Saat itu, Kepala Balitbang Kemenkes Prof dr Tjandra Yoga Aditama memberi saran dan imbauan bila ada jamaah yang mengalami gangguan saluran pernafasan dengan demam dan batuk yang cukup berat. Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah:
1. Berobat ke petugas kesehatan rombongannya, atau petugas kesehatan Arab Saudi
2. Menutup mulut dan hidung ketika batuk dengan bagian atas lengan baju, atau dengan tangan tetapi segera cuci tangan setelah itu. Yang menutup mulut/hidung ketika batuk dengan lengan baju, maksudnya untuk tidak membuat virus pindah ke tangan, yang mungkin akan lalu berjabat tangan (seperti kasus ke 3 di AS) dan atau memegang tempat2 lain yg mgk jadi sumber penularan (spt gagang pintu pada waktu SARS di Hongkong tg 2003 yg lalu).
3. Selama masih sakit maka gunakan masker bila di kerumunan orang
Selain itu juga Tjandra Yoga menyarankan kepada jamaah agar jangan kontak langsung dengan unta, jangan mengunjungi peternakan unta, dan jangan mengkonsumsi susu unta mentahโ.
(sip/rvk)











































