Tangani Gugatan Pilpres, 9 Hakim MK Diibaratkan Wali Songo

Tangani Gugatan Pilpres, 9 Hakim MK Diibaratkan Wali Songo

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2014 17:04 WIB
Tangani Gugatan Pilpres, 9 Hakim MK Diibaratkan Wali Songo
Jakarta - Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi yang menjalani proses sidang gugatan Pilpres 2014 diharapkan menjadi sosok yang mengembalikan marwah jati diri MK sebagai lembaga negara yang terpercaya. Para hakim MK ini diibaratkan sosok Wali Songo.

"Bisa menjadi lembaga yang teruji dan terpercaya dengan optimisme baru. Caranya, menyerahkan kepada wali songo itu tadi. Keyakinan keadilan, bukan karena pesanan," kata mantan Komisioner KPU periode 2002-2007 Chusnul Mariyah dalam dialog kenegaraan di Gedung DPD, Senayan, Rabu (13/8/2014).

Chusnul mengatakan, jika masyarakat mengakui hasil dari putusan MK dalam gugatan Pilpres ini, bisa jadi pertanda pulihnya kepercayaan ke MK untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Masyarakat saat ini menurutnya tertuju dengan proses persidangan yang berlangsung di MK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bakal menjadi kepercayaan masyarakat buat solusi bangsa," sebutnya.

Chusnul pun meminta kepada sejumlah kalangan agar tidak mengolok-olok pihak pemohon yang mengajukan gugatan hasil Pilpres.

"Persoalan ini dilindungi dengan konstitusi kita. Jangan diolok-olok untuk mencari keadilan," ujar dosen Universitas Indonesia itu.

Ketua Komisi II DPR sekaligus politikus Golkar, Agun Gunanjar Sudarsa, menyampaikan harapannya agar MK bisa membuktikan diri sebagai lembaga konstitusi terpercaya. Dengan latar belakang para ahli hukum tata negara, hakim MK diharapkan bisa menjadi pilar keadilan dalam gugatan hasil Pilpres 2014.

"Karena kita sama-sama tahu negara ini kehilangan kepercayaan diri. DPR, Presiden, pemerintahan, MA, MK semua diobok-obok. Hakim MK harus konsisten. Ini saatnya bagi MK, peluang mereka untuk memperbaiki legitimasi konstitusinya," ujarnya.

(hat/trq)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini