Menlu Jepang dalam pertemuan menyinggug penerapan UU Minerba. Jepang meminta penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak. Jepang menyampaikan keberatannya, namun juga menghormati Indonesia.
"Memang ada beberapa isu yang sifatnya teknis dan spesifik yang mereka sebut tadi penerapan UU minerba, penerapan pajak terhadap mineral jadi ke Indonesia. Bukan hanya disampaikan masalah keberatan," katanya di kantor Kemenlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu terkait konflik di Laut China Selatan, menurut Marty, secara tegas Indonesia telah menyatakan sikap netralnya. Jepang yang juga terlibat dalam konflik tersebut mengapresiasi sikap tegas Indonesia itu.
"Dalam pertemuan di Myanmar, Indonesia secara lantang dan terbuka menyatakan bahwa masalah laut Tiongkok adalah batu ujian bagi Asean untuk menunjukkan secara nyata kemampuan kita mengelola situasi di kawasan," ucapnya.
Marty mengatakan, pertemuan di Myanmar tersebut juga membahas rencana penandatanganan code of conduct. Dalam pertemuan tersebut, menurutnya Tiongkok telah sepakat untuk mempercepat konsultasi formal terkait hal itu.
Sementara itu, mengenai konflik di Gaza, keduanya sepakat untuk menyerukan penghentian serangan dari kedua kubu. Gencatan senjata harus terus disuarakan.
"Relevansinya adalah karena Jepang dan Indonesia bukan hanya beretorika melainkan kita juga memberikan wujud nyata dalam menggalang dukungan masyarakat internasional dalam menggalang palestina," katanya.
Upaya tersebut diwujudkan dalam pertemuan Conference among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD). Di mana negara-negara yang tergabung di dalamnya memberikan bantuan nyata kepada Palestina.
"Jadi tadi kita saling menegaskan betapa pentingnya upaya perdamaian tersebut," tutupnya.
(kff/fdn)










































