Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) tak bisa mentolerir desakan Agung Laksono cs agar Munas Golkar digelar Oktober 2014. Ingin mempertahankan kekuasaan sampai tahun 2015, Ical pun mengancam memecat Agung dari posisi Waketum Golkar.
Rencana Ical memecat Agung semakin memanaskan internal Golkar. Politikus muda Golkar Poempida Hidayatulloh yang pertama kali mengungkap adanya rencana pemecatan Agung dari posisi penting di internal Golkar.
Situasi internal Golkar semakin panas setelah sejumlah elite Golkar pendukung Agung Laksono menjadi caketum Golkar melawan. Apalagi sejumlah elite Golkar yang mulai menggoyang kepemimpinan Ical juga diancam dipecat, di antaranya Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu bergulir semakin santer kala Waketum Golkar Fadel Muhammad menuturkan Agung Laksono dinonaktifkan dari posisi Waketum Golkar. Penonaktifan ini tentu saja jauh lebih lembut dibandingkan pemecatan dari posisi Waketum Golkar.
Namun ternyata sejumlah elite Golkar seperti Hajriyanto Thohari mengaku belum diajak rapat soal pemecatan Agung Laksono itu. Hajri yang menyatakan siap menjadi ketum Golkar menilai pemecatan Agung kini hanya sekadar isu.
Konon Ical berpikir dua kali memecat Agung karena memantik kisruh internal Golkar yang semakin meluas. Agung berani bicara pemecatannya tak sesuai prosedur.
"Pemecatan itu dilakukan tanpa melalui mekanisme yang ada," kata Agung Laksono kepada wartawan di sela-sela kunjungannya dalam meninjau persiapan Sail Raja Ampat di Jayapura, Senin (11/8/2014).
Agung yang menjabat sebagai Menko Kesra ini mengatakan, dari informasi yang diperolehnya, pemecatan dirinya itu terungkap dalam rapat Jumat (8/8) lalu. Saat itu, dia tidak hadir dan tidak diundang. Karena pemecatan tidak sesuai AD/ART, maka Agung menolak keputusan itu. Dia mengaku tidak tahu apa kesalahan yang telah diperbuatnya.
Agung menyatakan dia sudah menjadi kader Golkar dan pengurus partai sekitar 35 tahun atau lebih lama dari Ketum DPP Golkar saat ini. "Hingga saat ini saya belum menerima surat pemecatan baik secara lisan maupun tertulis," tutupnya.
Lalu apakah Agung cs benar-benar akan dipecat dari Golkar? (van/nrl)











































