Menlu Iran Sebut Perang AS-Israel Telah Gagal

Menlu Iran Sebut Perang AS-Israel Telah Gagal

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 10 Mar 2026 16:03 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi (Foto: REUTERS/Mohamed Azakir/File photo Purchase Licensing Rights)
Menlu Iran Abbas Araghchi (Foto: REUTERS/Mohamed Azakir/File photo Purchase Licensing Rights)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyebut bahwa perang Amerika Serikat dan Israel terhadap negara Republik Islam tersebut telah gagal.

"Rencana A gagal, dan sekarang mereka mencoba rencana lain, tetapi semuanya juga gagal," kata Araghchi, dilansir Al Ajazeera, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan bahwa AS dan Israel tidak memiliki tujuan akhir, dan karena itu melancarkan serangan tanpa pandang bulu terhadap daerah permukiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan menyerang infrastruktur energi Iran, mereka telah menyebabkan harga minyak meroket, katanya.

ADVERTISEMENT

"Mereka gagal mencapai tujuan mereka di awal, dan sekarang, setelah 10 hari, saya pikir mereka tidak memiliki tujuan," ujar Menlu Iran itu.

Dia juga mengatakan kepada PBS News, bahwa bernegosiasi dengan AS tidak lagi menjadi agenda, setelah "pengalaman yang sangat pahit" selama putaran pembicaraan nuklir sebelumnya.

"Mereka berjanji kepada kami bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang kami, dan mereka ingin menyelesaikan masalah nuklir Iran secara damai dan menemukan solusi yang dinegosiasikan," kata Araghchi. "Namun, mereka tetap memutuskan untuk menyerang kami," ujarnya.

"Saya rasa pertanyaan tentang berdialog dengan Amerika... sekali lagi tidak akan dipertimbangkan," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa perang melawan Iran saat ini sudah "sangat tuntas". Trump menyebut Washington jauh lebih cepat dari perkiraan awal soal perang akan berlangsung selama empat hingga lima pekan.

Pernyataan terbaru Trump itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/3/2026), disampaikan dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat. AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump, berbicara kepada CBS News dalam wawancara telepon dari klub golfnya di Doral, Florida.

"Mereka (Iran-red) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump dalam wawancara tersebut.

Militer AS sebelumnya mengatakan pasukannya telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada minggu pertama operasi militer, yang diberi nama "Operation Epic Fury" ini.

"Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya," ucap Trump saat berbicara kepada wartawan CBS News, Weijia Jiang, dalam wawancara telepon itu.

Lebih lanjut, Trump juga menyebut bahwa AS "sangat jauh" melebihi perkiraan awal untuk durasi perang, yang sebelumnya diperkirakan oleh Trump sendiri akan berlangsung selama 4-5 minggu.

"Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal," sebutnya.

Ketika ditanya apakah menurutnya perang akan segera berakhir, Trump menjawab: "Berakhirnya perang itu hanya ada di pikiran saya, bukan pikiran orang lain."

Simak juga Video: Iran Ogah Negosiasi Lagi dengan Amerika Serikat!

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads