Hakim Ketua Haswandi menegur pengunjung sidang yang nyeletuk saat persidangan Anas Urbaningrum berlangsung. Hakim marah sebab tanya jawab dengan Anas terganggu.
"Pengunjung sidang tolong jangan mengganggu. Kalau tidak bisa mengikuti sidang silakan keluar. Di sini tidak ada dukung mendukung. Semua terbuka untuk umum," ujar Haswandi memukulkan palu hakim dengan keras saat persidangan Anas, Kamis (7/8/2014) malam.
Teguran ini bermula karena pengunjung sidang berkomentar menyebut pertanyaan hakim tidak relevan. Hakim saat itu bertanya mengenai tidak dilaporkannya pengumpulan dana pemenangan ke KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sidang, hakim bertanya audit dana pemenangan Anas sebagai calon ketum pada Kongres Demokrat 2010. Mestinya duit sumbangan pemenangan Anas dilaporkan ke KPK karena Anas sudah berstatus sebagai anggota DPR.
Dia juga bertanya tujuan para relawan pemenangan di antaranya Ruhut Sitompul, Mirwan Amir, Saan Mustopa, Pasha Ismaya Sukardi, Muhammad Rahmad, Herlas Yuniar, dan Didik Mukriyanto, memenangkan Anas.
"Saya yakin kalau Anas menjadi ketua umum, partai akan menjadi lebih besar dan membawa kemaslahatan bagi semua," ujar Saan.
(fdn/vid)










































