Cegah Ikrar ISIS, Polisi Geledah 36 Pembesuk Napi Teroris di LP Semarang

Cegah Ikrar ISIS, Polisi Geledah 36 Pembesuk Napi Teroris di LP Semarang

- detikNews
Selasa, 05 Agu 2014 14:14 WIB
Cegah Ikrar ISIS, Polisi Geledah 36 Pembesuk Napi Teroris di LP Semarang
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang -

Sebanyak dua peleton personel kepolisian membantu pengamanan di Lapas Klas 1 Kedungpane Semarang untuk antisipasi baiat paham ISIS kepada narapidana terorisme di sana. Polisi juga ikut membantu menggeledah 36 pengunjung dari Solo yang hendak menemui narapidana terorisme.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya ikut membantu pengamanan dan mencegah agar tidak sampai ada ikrar soal ISIS di dalam lapas. Kepolisian juga bekerjasama dengan Kesbangpolinmas dan kementerian agama dalam kegiatan tersebut.

"Pemerintah sudah ambil keputusan kelompok ISIS dilarang. Berkaitan dengan itu, kami datang melakukan pencegahan. Kami amankan, jangan sampai ada ikrar, kalau sampai ada, akan kami hentikan," kata Djihartono kepada detikcom di Lapas Kedungpane Semarang, Selasa (5/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djihartono menambahkan, pengamanan dilakukan di luar dan di dalam lapas. Pihaknya juga ikut memeriksa bawaan 36 pengunjung yang datang dengan tiga mobil itu.

"Ini dua peleton sekitar 60 personel dari Polrestabes Semarang dan Polsek Ngaliyan. Pengamanan ini bersifat situasional," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Pengamanan LP Klas I Kedungpane Semarang, Maliki mengatakan ada tiga narapidana teroris yang dikunjungi oleh rombongan dari Solo itu, yaitu Joko, Suranto, dan Sawat.

"Mereka berbeda kelompok. Yang menjenguk mengaku dari kerabat," kata Maliki.

Maliki sempat memperlihatkan foto yang diambilnya saat rombongan tersebut bertemu dengan para narapidana teroris. Dari foto itu terlihat mereka bertemu di tempat terbuka yaitu di halaman yang berada di lingkungan lapas. Salah satu narapidana yaitu Joko yang mengenakan penutup kepala seperti sorban hitam terlihat mengacungkan jari telunjuk ke atas.

"Joko ini yang paling vokal," tandasnya.

Selain pengamanan, lanjut Maliki, pihaknya juga selalu melakukan pendekatan agar tidak tersebar paham ISIS di lingkungan lapas. "Pendekatan saya gunakan dari hati ke hati. Saya tidak jauh dari mereka tapi tidak sepaham dengan mereka," tegasnya.

Dari pantauan detikcom di Lapas klas 1 Kedungpane Semarang, pengamanan dilakukan di luar dan di dalam lapas. Kemudian sekitar pukul 12.00, semua pengunjung keluar karena jam besuk sudah habis. Pengamanan pun mulai longgar dan sebagian personel polisi meninggalkan lokasi.

(alg/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini