"Munas tetap akan akhir September 2014," kata Yorrys dengan yakin saat dihubungi, Senin (4/8/2014).
Penyebab keyakinan Yorrys adalah bahwa Ical sudah gagal sebagai Ketum. Oleh sebab itu sebaiknya Ical menunjukkan sisi negarawan dengan menyetujui pelaksanaan Munas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yorrys menuturkan bahwa desakan-desakan ke DPP sebagai penyelenggara Munas dilakukan lewat institusi-institusi di sekitar Golkar seperti lewat ormas pendiri dan sayap. Bila desakan itu tidak digubris, bukan tak mungkin tekanan yang lebih besar akan diberikan.
"Sekarang institusi minta ke DPP sudah secara baik dan elegan. Kalau tidak mau maka kita akan lakukan tekanan untuk Munaslub," ucapnya.
Yorrys mengungkapkan bahwa kader-kader di DPD tingkat 2 telah bergerak. Ormas trikarya pendiri Golkar juga akan mengadakan pertemuan pada 10 Agustus mendatang. Kader-kader yang tergabung dalam penyelamatan Golkar pun juga menjanjikan gerakan di waktu dekat.
"Lihat lah sebelum 10 Agustus akan ada action," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Golkar Lalu Mara Satria Wangsa menegaskan pelaksanaan Munas tetap dilakukan tahun 2015. Tanpa persetujuan Ketum Golkar Aburizal Bakrie, keinginan menggelar Munas tahun 2014, mustahil dilaksanakan.
"Pelaksanaan Munas harus diteken ketum dan sekjen. Jadi kalau Pak Aburizal dan dan Idrus Marham tidak meneken, ya mustahil," kata Lalu Mara dalam pesan singkatnya, Kamis (31/7/2014) malam.
(imk/trq)











































