Saat siang hari, Kamis (31/7/2014), di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, para kuli panggul berlarian mengejar calon penyewa jasanya di bawah teriknya sinar matahari. Salah satunya adalah Arcad, pria Betawi kurus yang usianya sudah cukup senja.
"Kuli bu, dibantu bawa barangnya," tawar Arcad di bawah pintu bis kepada penumpang yang baru tiba dari Cianjur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat detikcom berkesempatan berbincang, Arcad bercerita bahwa sebenarnya ia sudah tidak terlalu mampu membawa beban barang-barang yang berat. Hanya saja penghasilannya sebagai tukang sapu di Terminal Kampung Rambutan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Harus cari sambilan. Gaji Rp 500 ribu mana cukup untuk keluarga. Belum buat makan dan bayar kontrakan," keluh Arcad sambil menunggu kedatangan bis yang membawa penumpang lagi.
Pria 3 anak ini merasa bersyukur dengan musim Lebaran ini. Melonjaknya jumlah penumpang di Kampung Rambutan membuat pekerjaan sambilannya menghasilkan lebih.
"Kalau lagi rame-ramenya kaya kemarin bisa dapet Rp 100-200 ribu sehari. Tapi semua tergantung rezeki. Kadang kalau lagi rame bisa juga dapetnya dikit. Kalau lagi apek, udah lari-lari kejar bis tetep juga nggak dapet, cuma capek doang. Tapi kadang-kadang walau lagi duduk aja terus ada yang manggil mau kurir," curhat Arcad.
Arcad juga mengaku, uang yang diberikan pelanggannya tidak menentu. Harga standar kuli panggul sekali bawa barang-barang menurut Arcad seharga Rp 5 ribu.
"Kalau yang pelit ada yang ngasih 2 atau 3 ribu. Tapi ada juga yang kasih 10-30 ribu kalau yang baik. Kalau lagi apek ya sehari cuma dapet 10 atau 15 ribu. Pas hari normal kadang juga nggak dapet sama sekali. Malah nombok buat naik angkot dari rumah sama beli makan," Arcad ungkapkan pengalamannya.
Arcad yang sudah memiliki 2 cucu ini pun menyatakan jika sudah malam walaupun penumpang di Kampung Rambutan ramai, kuli panggul jarang dipakai jasannya. Pasalnya para penumpang takut kehilangan barang.
"Kalau udah jam 21.00 WIB atau 22.00 WIB jarang dapet. Orang curiga, jadi bawa barangnya sendiri," kata pria 58 tahun ini.
Meski begitu Arcad tetap merasa bersyukur, apalagi di saat libur Lebaran yang membuatnya mendapat penghasilan lebih. Ia percaya bahwa rezeki setiap orangnya sudah ada yang mengatur.
"Alhamdulillah hari ini udah dapet Rp 50 ribuan," tutup Arcad sambil tersenyum.
(ear/imk)











































