Pasca Gempa Aceh
TNI Tetap Waspadai GAM
Kamis, 30 Des 2004 18:06 WIB
Jakarta - Meski berkonsentrasi pada kegiatan kemanusiaan, pasukan TNI tetap mewaspadai keberadaan GAM di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).Demikian disampaikan Dansatgas Penerangan Mabes TNI di Banda Aceh Kolonel CAJ Ahmad Yani Basuki melalui teleconference di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (30/12/2004)."Pasukan TNI yang terlibat dalam operasi tempur tetap operasi karena kita harus waspadai keberadaan GAM. Bahkan, ada indikasi GAM memanfaatkan situasi ini," kata Yani.Dikatakan dia, pihaknya menemukan beberapa orang yang berpakaian militer menjual mie instan di beberapa tempat di pinggiran kota. Seakan-akan mereka prajurit TNI. "Indikasi itu, kita temukan di lapangan dan menjadi kewaspadaan yang memang secara khusus terus dilakukan," ungkapnya. Yani menambahkan pasukan TNI juga ikut membantu mengamanan dan pengadaan pos-pos BBM. "Beberapa toko sembako sudah mulai dibuka dengan dibantu pengamanan TNI karena pada saat ini, kami mengidentifikasi adanya gejala penjarahan. tetapi persiapan kita mudah-mudahan ini bisa dihadapi," paparnya.Saat ini TNI membuka tiga posko yang berada di Halim Perdanakusuma, Medan dan Banda Aceh. "Prajurit TNI yang berada di Banda Aceh sudah mendapatkan petunjuk untuk lebih mengkonsentrasikan pada kegiatan kemanusiaan, membantu pencarian jenazah dan pemakaman, distribusi logistik, relokasi pengungsi dan membangun rumah sakit lapangan," demikian Yani.
(aan/)











































