"Anak saya ingin sekali ketemu presiden, kalau saya sebelumnya pernah ketemu presiden," ujar Saiful usai bersalaman dengan SBY, di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Senin (28/7/2014).
Cindra merupakan anak kelas 3, di SD Islam Marzukiyah, Bekasi Timur. Dia merupakan anak yang menderita difabel.
Rahman mengaku tidak capek meski harus mengantre berjam-jam. "Tidak capek, lebih parah dari antrean mudik," ujarnya.
Sedangkan, Ipah, warga Jembatan Lima, Jakarta Barat, mengaku senang dapat bertemu SBY. Ipah yang merupakan pekerja jasa cuci pakaian mengaku antre dari pukul 12.00 WIB dan bisa bersalaman dengan SBY 4 jam kemudian.
"Alhamdulillah senang banget," ujar Ipah.
(rvk/spt)











































