Perayaan Tahun Baru, Indonesia Tidak Malu dengan Malaysia?

Perayaan Tahun Baru, Indonesia Tidak Malu dengan Malaysia?

- detikNews
Kamis, 30 Des 2004 10:31 WIB
Jakarta - Jumlah korban tewas tsunami di Malaysia sangat jauh lebih kecil dibanding Indonesia. Tapi, pemerintah Malaysia patut diacungi jempol, karena membatalkan semua perayaan Tahun Baru. Sementara pemerintah Indonesia belum meminta agar perayaan tahun baru itu ditiadakan. Tidak malukah kita dengan Malaysia? Sampai hari Kamis (30/12/2004), masih banyak lembaga yang tetap mengagendakan perayaan Tahun Baru di Indonesia. Bahkan, perayaan Tahun Baru ini didukung oleh pemerintah, terutama pemerintah-pemerintah daerah. Misalnya, Gubernur DKI Sutiyoso akan tetap membuka pagelaran peringatan Tahun Baru di Pantai Ancol, Jakarta Utara pada Jumat (31/12/2004) malam. Meski acara itu sudah diagendakan diselingi dengan penyerahan sumbangan untuk korban Aceh, namun peringatan di Ancol itu juga dimeriahkan dengan pesta kembang api. "Pesta kembang api itu kesannya hura-hura, gembira. Pantaskah kita gembira sementara saudara-saudara kita di Aceh merasakan derita panjang? Saya lihat acara sumbangan untuk Aceh di sela-sela acara itu hanya formalitas saja. Setelah itu, jingkrak-jingkrak dengan pesta kembang api. Seharusnya acara itu dibatalkan saja," kata Warjo, warga Cawang, Jakarta Timur, dalam emailnya kepada redaksi detikcom. Pemerintah Kota Semarang juga tetap akan menggelar peringatan Tahun Baru 2005. Rencananya, acara perayaan tahun baru akan dilangsungkan di balaikota dan Lapangan Pancasila Kawasan Simpang Lima pada hari Jumat (31/12/2004) malam. Acara ini juga akan diramaikan dengan pesta kembang api, meski akan diselingi untuk doa Aceh. Terhadap acara-acara peringatan Tahun Baru yang menjurus kegembiraan ini, Wakil Ketua DPRD DKI Ahmad Heryawan memprotes keras. "Batalkan acara pesta kembang api di Ancol. Jangan sampai kita bergembira, sementara saudara-saudara kita di Aceh menderita," kata Heryawan. Dia mengaku tidak akan menghadiri acara itu, meski sudah mendapat undangan.Seruan-seruan agar perayaan Tahun Baru 2005 dibatalkan juga sudah datang dari banyak kalangan, seperti LSM, ormas, tokoh-tokoh, dan lain-lain. Sampai saat ini, baru sedikit lembaga atau event organizer yang secara spontan membatalkan acara peringatan Tahun Baru sebagai tanda duka untuk Aceh. Langkah PT Unilever Indonesia Tbk sungguh layak ditiru. Perusahaan besar ini membatalkan pesta tahun barunya yang rencananya diadakan pada Jumat (31/12/2004) di Kafe Taman Semanggi, Jakarta."Sebagai ungkapan keprihatinan atas musibah bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh dan Sumatera Utara baru-baru ini, Unilever memutuskan membatalkan acara Conello New Year's Chemistry Carnival," tulis Head of Corporate Communications Unilever, Leila Djafaar. Siapa yang mengikuti jejak Unilever?Seharusnya, pemerintah Indonesia berani mengeluarkan perintah agar peringatan Tahun Baru ditiadakan sebagai rasa keprihatinan untuk warga korban Tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. Pemerintah daerah-pemerintah daerah juga sebaiknya diinstruksikan hal yang sama. Acara-acara televisi juga perlu diimbau oleh pemerintah untuk menampilkan tayangan yang lebih sopan dan mencerminkan penderitaan Aceh. Di Malaysia, imbauan pemerintah saja diikuti oleh kalangan swasta. Tenyata, tidak hanya di Malaysia. Di Thailand juga sama. Perdana Menteri Thaksin Shinawatra telah memerintahkan semua kantor pemerintah untuk tidak mengadakan pesta peringatan Tahun Baru 2005. "Perdana Menteri sendiri tidak akan menghadiri malam pergantian tahun di Chiang Mai seperti yang direncanakan," kata Penkiar, pejabat Thailand. Bila pemerintah Indonesia tidak bisa bersikap seperti ini, akan ditaruh di mana mukanya? Diharapkan swasta-swasta di Indonesia juga bisa bersikap dan mau membatalkan acara di Tahun Baru. Apalah susahnya untuk tidak menggelar acara gembira di Tahun Baru, minimal di akhir tahun ini saja. Pasti bisa!Bagaimana pendapat Anda? Tuliskan kepada kami ke redaksi@staff.detik.com. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini