Bandara yang memiliki panjang lintasan pacu 2.680 m ini, tampak dipadati masyarakat yang berakibat pada kemacetan di area parkir dan penjemputan di bagian depan bandara.
Kepadatan terjadi akibat mulai berdatangannya pemudik dari sejumlah daerah yang menggunakan angkutan udara dan mendarat di bandara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karyo menyebut, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, puncak kepadatan biasanya terjadi H-2 menjalang Lebaran. "Ini belum seberapa, biasanya puncaknya bakal terjadi H-2. Karena biasnya kan yang kerja di kota itu baru dapat libur H-3 atau H-2," sebut dia.
Marni, salah satu pemudik menceritakan, kegiatan mudik ini biasa dijalaninya rutin setiap tahun untuk melepaskan rindu dengan keluarga di kampung halaman.
Sehari-hari dirinya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan jasa keuangan di Kota Medan. Dirinya mengaku, sengaja mengambil jatah cuti lebih awal agar terhidar dari kemacetan akibat ramainya pemudik.
"Karena kalau barengan dengan yang lain, bisa padat banget. Jadi izin cuti lebih awal. Nanti juga balik ke Medannya lebih awal rencananya hari H sore sudah kembali ke Medan, karena H+2nya sudah harus kembali kerja," sebutnya.
(dnl/mad)











































