Gempa Aceh, Nasib 1700 Brimob dan Keluarganya Belum Jelas
Rabu, 29 Des 2004 15:07 WIB
Pekanbaru - Sekitar 1700 jiwa yang terdiri dari anggota Brimob Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) beserta keluarganya belum diketahui nasibnya sejak terjadi gempa dan tsunami, Minggu (26/12/2004). Kepolisian baru menerima laporan dari sekitar 200 Brimob dan keluarganya. Demikian diungkapkan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar di Ruang VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Hasim, Pekanbaru, Rabu (29/12/2004). Dikatakan Da'i, hampir seluruh asrama Polri di Banda Aceh dan Meulaboh hancur total. Selain itu, 2 helikopter serta sejumlah peralatan milik Polri juga hancur. Istri kapolresta Banda Aceh beserta 2 anaknya juga menjadi korban bencana itu. Menurut Da'i, pihaknya telah menurunkan tim bantuan terutama dari Sekolah Polisi Negara Banda Aceh yang baru tamat berjumlah 500 orang serta 100 anggota Brimob dari Jakarta. Sedangkan 740 personel Polri dari Jawa dan Kalimantan masih dalam perjalanan menuju Aceh. Jumlah personel Polri yang menetap di Aceh dan Meulaboh 6000 orang. Sementara, jumlah petugas polisi yang di BKO-kan dari sejumlah Polda sebanyak 3000 orang. "Saat ini, yang paling diperlukan khususnya Banda Aceh adalah alat berat untuk membersihkan tumpukan reruntuhan bangunan yang ada di jalan," ujarnya.
(rif/)











































