Seniman Semarang Gelar Ruwatan Bumi Untuk Aceh
Rabu, 29 Des 2004 11:09 WIB
Semarang - Seniman Semarang menggelar ruwatan bumi sebagai bentuk solidaritas atas bencana gempa dan tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara.Ruwatan digelar di Taman KB, Jalan Menteri Supeno, Semarang, Rabu (29/12/2004). Tiga seniman dari Teater Gema IKIP PGRI Semarang memulai acara ritual ruwatan dengan duduk bersila di atas selembar kain putih yang bertabur bunga warna warni. Mereka tampak bertelanjang dada dan mengenakan celana hitam.Sebagai mana adat Jawa, berbagai peralatan ruwatan telah disiapkan seperti bunga, beras kuning, dupa dan ayam putih.Satu seniman berputar-putar dan memotong rambut. Sementara, dua orang lainnya komat kamit membacakan mantra yang berbunyi ono coro, podo loro,tulung ono.Kemudian, mereka memotong ayam putih sebagai simbol korban dan membersihkan bencana yang banyak terjadi. Darah ayam yang mengucur dioleskan di sebuah pohon akasia yang telah dibalut kain putih. Mereka juga menitihkan darah tersebut ke dahi. Aksi ditutup dengan melempar beras kuning ke sekeliling lokasi. "Bagaimana pun alam bukanlah suatu bencana, dia mampu menyediakan semua kebutuhan manusia. Tetapi kalau dia berulah, itu hanya sebuah peringatan saat manusia juga berulah. Setiap orang jangan memandang Aceh sebagai bencana alam karena dalam kejadian itu ada pesan kepada manusia," kata Bowo Kajangan, salah seorang seniman.
(aan/)











































