KPI Minta TV Fokus Pada Real Count, Tak Lagi Siarkan Quick Count

KPI Minta TV Fokus Pada Real Count, Tak Lagi Siarkan Quick Count

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2014 17:28 WIB
KPI Minta TV Fokus Pada Real Count, Tak Lagi Siarkan Quick Count
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah meminta lembaga penyiaran televisi untuk menghentikan ekspose berlebih soal hasil quick count Pilpres 9 Juli. KPI meminta televisi fokus pada proses real count, yaitu rekap berjenjang KPU.

"Quick count sudah berlalu, mending fokus pada real count. Sekarang kan sudah masuk rekap kabupaten/kota, itu saja dipantengin tak perlu ekskpose quick count yang meresahkan," kata Wakil Ketua KPI Idy Muzayyad dalam diskusi di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakpus, Rabu (16/7/2014).

Menurutnya, pasca diminta menghentikan siaran quick count oleh KPI, semua lembaga televisi relatif patuh. Hanya satu televisi swasta yang masih curi-curi waktu menyiarkan.

"Kesalahan dari lembaga penyiaran adalah kurang penegasan bahwa quick count bukan hasil resmi, hanya sebatas gambaran. Tapi seolah quick count yang ditayangkan ini versi final," paparnya.

"Kalangan menengah paham dengan quick count, tapi grasroot belum tentu, yang ada malah kebingungan dan keresahan," imbuh Idy.

Olehkarena menyikapi masalah quick count ini, pihaknya mendesak agar pemerintah, DPR atau KPU membuat aturan yang tegas soal quick count oleh sejumlah lembaga survei.

"Saya kira ke depan perlu ada regulasi yang jelas dan clear, disamping dari KPU benar-benar melakukan semacam pengaturan," ucapnya.

(bal/trq)


Berita Terkait