"Empat wakil Indonesia dalam International Biology Olympiad (IBO) berhasil menorehkan sejarah baru dalam perolehan medali. Keempat siswa berprestasi ini berhasil meraih masing-masing satu medali. Total medali yang diperoleh adalah tiga emas dan satu perak," tulis Kemendikbud di situsnya, Senin (14/7/2014).
Berikut peserta tim Olimpiade Biologi Internasional di Bali dari Indonesia pada 5-13 Juli 2014:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valentino Sudaryo (SMA Tunas Bangsa Pontianak)
Hana Fauzyyah Hanifin (SMA Semesta Semarang)
Samuel Henry Kurniawan (SMAK BPK Penabur Gading Serpong)
Medali emas diraih oleh Kelvin Suriyaputra, Valentino Sudaryo, dan Samuel Kurniawan. Sedang Hana Hanifin meraih medali perak. Keberhasilan keempat siswa ini mengalahkan rekor yang pernah diperoleh sebelumnya, yaitu dua emas.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim, menyampaikan ucapan selamat kepada keempat wakil Indonesia tersebut. Sebagai tuan rumah, empat siswa ini telah memberi hadiah terbaik bagi Indonesia. Sebagai ucapan selamat, keempatnya dipersilakan memilih perguruaan tinggi manapun di dalam dan luar negeri yang sesuai dengan bidang yang mereka menangi.
"Selain beasiswa, nanti juga akan diberi uang tunai sebagai hadiah," kata Wamendikbud usai menutup IBO di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (12/7).
Dalam IBO 2014 ini para peserta merebutkan 40 medali perunggu, 30 medali perak, dan 20 medali emas. Untuk emas terbaik pertama diraih oleh Singapura, disusul terbaik kedua dan ketiga dari Taiwan.
IBO 2014 berlangsung di Bali sejak 5-13 Juli. Selama penyelenggaraan, peserta dikenalkan dengan budaya Indonesia secara umum, dan budaya Bali khususnya. Mulai dari acara penyambutan, ketika tiba di bandara Ngurah Rai, peserta disambut dengan tari tradisional Bali.
Tak hanya itu, mereka juga dipakaikan kain Bali sebagai tanda selamat datang. Di sela-sela lomba, peserta diajak berkeliling ke tempat-tempat wisata di pulau Bali. Mulai dari Bali Safari untuk berkenalan dengan keanekaragaman hayati, hingga ke Uluwatu untuk berkenalan dengan budaya Bali.
Di hari-hari sebelum kompetisi, para peserta diakrabkan dalam berbagai permainan yang dikenal dengan ice breaking. Dalam sesi ini, mereka berbaur dan bekerja sama tanpa mempermasalahkan asal negaranya. Para peserta telah melakukan lomba selama dua hari yang mencakup teori dan praktikum.
IBO 2014 diikuti oleh 239 peserta dan 236 juri dari 61 negara. Selain itu ada tiga negara yang melakukan observasi di ajang ini. Tiga negara tersebut adalah Malaysia, Luxembourg, dan Syria.
(nwk/nrl)











































