ADVERTISEMENT

Gempa dan Tsunami Aceh

80% Kota Meulaboh Hancur

- detikNews
Selasa, 28 Des 2004 14:28 WIB
Medan - Selain Banda Aceh, kota Meulaboh juga mengalami kerusakan yang sangat parah akibat dihantam gempa dan gelombang Tsunami, Minggu (26/12/2004) lalu. Diperkirakan 80 persen kota itu rata dengan tanah. Korban tewas diperkirakan 5.000-10.000 orang. Sampai sekarang, penanganan korban belum menyentuh kota di pinggir Samudera Indonesia ini. Perkiraan kerusakan maupun korban tewas di Meulaboh ini disampaikan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla kepada wartawan dalam jumpa pers di Posko Satkorlak Bandara Polonia, Medan, Selasa (28/12/2004). Perkiraan itu disampaikan setelah Wapres bersama Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin dan Mendagri M. Ma'ruf melakukan pemantauan udara dengan menggunakan pesawat. Pemantauan lewat udara dilakukan pada pukul 08.00 WIB. Wapres bersama rombongan menyaksikan wilayah Aceh dan Sumatera Utara, sepanjang Pantai Barat, dari Pulau Nias sampai Meulaboh. Dari pantauan udara itu, kawasan Meulaboh mengalami kerusakan yang paling parah. "Dengan sangat berat hati, saya melihat hampir seluruh kota Meulaboh hancur. Kira-kira 80 persen," kata Wapres yang tampak matanya berkaca-kaca. "Diperkirakan korban tewas antara 5.000 sampai 10.000 orang di Meulaboh," lanjut dia. Jumlah penduduk Meulaboh diperkirakan antara 50-60 ribu orang. Dari seluruh daerah di Meulaboh, yang tampak masih utuh adalah daerah dari Kualatripa sampai Tapaktuan. "Di luar daerah itu, kondisinya hancur. Memang, ada tanda-tanda kehidupan. Tapi, terlihat hampir seluruh rumah terseret ke laut," ungkapnya. Ubah Strategi Tangani Meulaboh Kawasan Meulaboh, kata Wapres, sampai sekarang belum tersentuh oleh penanganan evakuasi. Karena itu, untuk menanganinya dengan segera, pemerintah mengubah strategi penanggulangan bencana ini. "Untuk alasan logistik dan praktis, seluruh pertolongan dan rehabilitasi mulai dari Nias sampai Meulaboh ditangani langsung oleh Gubernur Sumatera Utara," tegas Wapres. "Jadi gubernur Sumatera Utara bertanggung jawab untuk pos logistik di posko dan operasional bantuan langsung sampai Pantai Barat, Meulaboh ke atas. Karena ini bencana nasional, berarti pemerintah yang ditunjuk berhak mengambil segala tindakan yang perlu, termasuk misalnya mengalihkan segala rute penerbangan, transportasi laut atau helikopter," ungkapnya. Hari ini, kata Kalla, harus diterjunkan bantuan makanan ke Pantai Barat. Bantuan akan dikirim melalui jalur laut dengan mengerahkan kapal perang. Selanjutnya, Wapres meminta masyarakat terus berdoa. Wapres juga berharap masyarakat di seluruh Indonesia dan internasional untuk memberikan bantuan.

(asy/)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT