Usai Pilpres, Golkar Dihadapkan Pada Pilihan Sulit Lagi

Usai Pilpres, Golkar Dihadapkan Pada Pilihan Sulit Lagi

- detikNews
Kamis, 10 Jul 2014 17:16 WIB
Usai Pilpres, Golkar Dihadapkan Pada Pilihan Sulit Lagi
Jakarta - Partai Golongan Karya (Golkar) menjadi salah satu partai yang berada dalam posisi dilematis. Partai berlambang beringin ini dalam kenyataan semenjak berdiri, belum pernah berada dalam oposisi pemerintahan. Kondisi tersebut memunculkan desakan agar Golkar segera melakukan agenda Musyawarah Nasional (Munas).

Tuntutan untuk menggelar Munas datang dari gerakan pemuda Golkar yang memutuskan untuk mendukung pasangan Jokowi-JK dalam kontestasi pemilihan presiden. Namun, kemungkinan Golkar baru akan mengadakan Munas tidak di 2014 ini.

"Agenda Munas belum ada. Memang ada kelompok yang melakukan wacana itu, tapi AD/ART untuk masa jabatan sekarang diberi waktu di 2015, atau mundur satu tahun agar tidak berbarengan dengan Pilpres," kata Ketua DPP Partai Golkar Firman Sugabyo di Kompleks DPR RI, Kamis (10/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah yang timbul di tubuh Golkar diakui Firman sudah muncul sebelum Pilpres 2014 digelar. Hal tersebut diawali dengan kekecewaan kader Golkar atas koalisi yang dipilih oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Beberapa kader bahkan mengalihkan dukungannya ke pihak lawan, seperti anggota DPR RI dari Golkar Poempida Hidayatullah dan Nusron Wahid.

"Munas tidak menjadi pilihan dalam wakru dekat," ujar Firman. Ia beralasan bahwa Rapimnas menjadi keputusan tertinggi yang membawa Ical berkoalisi dengan koalisi Merah Putih pasangan Prabowo-Hatta.

(brn/brn)


Berita Terkait