Tuntutan untuk menggelar Munas datang dari gerakan pemuda Golkar yang memutuskan untuk mendukung pasangan Jokowi-JK dalam kontestasi pemilihan presiden. Namun, kemungkinan Golkar baru akan mengadakan Munas tidak di 2014 ini.
"Agenda Munas belum ada. Memang ada kelompok yang melakukan wacana itu, tapi AD/ART untuk masa jabatan sekarang diberi waktu di 2015, atau mundur satu tahun agar tidak berbarengan dengan Pilpres," kata Ketua DPP Partai Golkar Firman Sugabyo di Kompleks DPR RI, Kamis (10/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Munas tidak menjadi pilihan dalam wakru dekat," ujar Firman. Ia beralasan bahwa Rapimnas menjadi keputusan tertinggi yang membawa Ical berkoalisi dengan koalisi Merah Putih pasangan Prabowo-Hatta.
(brn/brn)











































