"Kalau ada kader yang baik dalam partai (Gerindra) maupun yang berkoalisi maka kita akan persilakan memimpin parlemen," kata Prabowo di kediamannya, Hambalang, Jakarta, Rabu (9/7/2014).
Prabowo menyatakan tak akan mempermasalahkan apabila nantinya yang menjabat Ketua DPR bukan dari partainya, yakni Gerindra, asalkan masih berasal dari partai satu koalisi. Ini karena dirinya yakin koalisinya sudah solid dan satu visi.
"Tidak ada masalah. Kita mau kerjasama," kata Prabowo.
Partai-partai pengusung Prabowo-Hatta berhasil menggolkan aspirasinya, merevisi UU MD3 yang memuat tata cara pemilihan pimpinan DPR. Usai pengesahan RUU perubahan terhadap UU No 27 Tahun 2009 itu diketok oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, para pimpinan fraksi Gerindra, Golkar, PAN, PKS, Demokrat, dan PPP berkumpul mendeklarasikan koalisi permanen.
"Kita kan koalisi. Saya sungguh-sungguh di koalisi. Kita bermitra, jadi namanya saja bermitra," kata Prabowo.
(dnu/ndr)











































