Jelang Pencoblosan, Seniman Blitar Melihat Sosok Bung Karno

Jelang Pencoblosan, Seniman Blitar Melihat Sosok Bung Karno

- detikNews
Rabu, 09 Jul 2014 00:58 WIB
Jakarta - Seniman dan budayawan Blitar menilai ada sosok Bung Karno di dalam diri Prabowo Subianto. Oleh karena itu, diyakini hampir sebagian besar masyarakat Blitar yang dikenal sebagai Kandang Banteng (PDIP) ini akan memilih Prabowo Subianto dalam pencoblosan Pilpres.

"Dukungan kepada Prabowo Subianto dari masyarakat Blitar bukanlah suatu pilihan politik, melainkan dari hati nurani karena mereka melihat ada sosok Bung Karno dalam diri Prabowo Subianto," kata Ketua Dewan Kesenian Blitar, Wima Brahmantya dalam rilisnya, Selasa (8/7/2014) malam.

Menurut Wima, Blitar selama ini dikenal sebagai Kandang Banteng. PDIP memang menjadi pemenang pemilihan legislatif (Pileg) 9 April 2014. Namun pada Pilpres 9 Juli 2014, diprediksi masyarakat Blitar akan dominan memilih Prabowo Subianto. Kebutuhan akan pemimpin yang amanah menjadi motivasi utama mengapa warga Blitar lebih menyukai Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ketika sudah bicara tentang Presiden, masyarakat membutuhkan pemimpin yang tegas dan berwibawa agar NKRI dapat terus bersatu. Jika kepemimpinan lemah, maka ancaman disintegrasi bangsa muncul. Oleh karena itu, Prabowo adalah jawaban yang terbaik pada masa krisis kepemimpinan saat ini,” ujar Wima.

Budayawan senior Blitar Lik Hir juga mengungkapkan hal senada dengan Wisma Brahmantya. "Pemimpin yang memegang janjinya, itu harga mati. Jadi jangan ngomong dirinya jujur kalo jelas-jelas tidak komit dengan janjinya sendiri," ujarnya.

Menurut Wisma dan β€ŽLik Hir, para seninaman dan budayawan di Blitar melihat, arus globalisasi telah menghantam kebudayaan nasional. Infiltrasi budaya asing dinilai sudah terlalu besar dan dominan, sedangkan budaya nasional semakin tersingkir. Karena itu, capres Prabowo Subianto lah yang memiliki perhatian cukup besar terhadap persoalan invasi budaya asing yang terlalu dominan di Indonesia.

Menurut mereka, ini ada kesamaan dengan Bung Karno yang juga memperingatkan potensi ancaman invasi budaya asing ke Indonesia. "Kita harus akui bahwa telah terjadi penjajahan budaya yang mengakibatkan generasi muda Indonesia menjadi minder di pergaulan internasional. Kami berkomitmen untuk melawan penjajahan budaya ini dengan aktif mengenalkan budaya kita sendiri ke generasi muda," ucap Wisma

Festival Panji dan Pagelaran Seruling Purnama contohnya, sedikit demi sedikit sudah membawa dampak positif bagi generasi muda di Blitar bahkan nasional sampai internasional. "Sekitar 80 persen kepala desa di Blitar kompak mendukung pemenangan Prabowo-Hatta," kata Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Blitar Nur Chamim.

Budayawan dan masyarakat Blitar juga telah menggelar Deklarasi Relawan Garuda Merah pada 3 Juli 2014. Ratusan relawan yang berasal dari perwakilan AKD (Asosiasi Kepala Desa), PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia), Forum Kasun (Kepala Dusun), dan Gerakan Pemuda Ansor menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Bahkan sejumlah pengurus PDIP Blitar tergabung dalam tim pemenangan Prabowo-Hatta di Blitar.

(zal/vid)


Berita Terkait