Ke mana arah suara massa mengambang?
Peneliti dari Puslit Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) LIPI Jaleswari Pramodhawardani memprediksi banyak massa mengambang yang akan memilih pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Alasannya, massa yang hingga kini belum menentukan pilihan berasal dari masyarakat perkotaan yang memiliki akses informasi dan pengetahun politik memadai.
Kelompok ini belum memutuskan pilihan karena ingin melihat kualitas masing-masing kandidat saat tampil di acara debat. Melalui debat, mereka ingin melihat program dan kebijakan yang ditawarkan oleh capres dan cawapres.
Kelompok perkotaan ini merupakan kelompok yang sudah bosan dengan segala bentuk janji, jargon politik dan pencitraan para kandidat tanpa bukti dan komitmen kuat untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
"Kelompok ini merupakan kelompok yang menginginkan perubahan. Dalam hal ini Jokowi-JK lebih memberikan sinyal kuat untuk memenuhi harapan tersebut, baik dalam konsep maupun implementasi," kata pengamat politik yang biasa disapa Dani ini saat berbincang dengan detikcom, Senin (7/7/2014).
Menurut Dani debat merupakan ajang pertukaran gagasan yang bermutu dan memberi informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang visi-misi kedua pasang kandidat. Mengenai penampilan dalam debat, dia menilai program dan gagasan yang disampaikan Jokowi-JK lebih bisa diterima.
“Jokowi JK menawarkan gagasan visioner, selain itu Jokowi menawarkan doktrin poros maritim dunia, dan juga memberikan perhatian serius kepada ekonomi kreatif, cyber defence, tol laut yang semuanya diperuntukkan untuk kesejahteraan bangsa,” kata Dani.
Namun Dani mengakui memang gagasan tersebut masih butuh operasionalisasi konsep yang jelas agar dapat dimengerti oleh seluruh masyarakat.
(erd/nrl)











































