Ini Suasana yang Dihadapi Orang Indonesia di Irak Saat Nyoblos Capres

Ini Suasana yang Dihadapi Orang Indonesia di Irak Saat Nyoblos Capres

- detikNews
Senin, 07 Jul 2014 04:01 WIB
Ini Suasana yang Dihadapi Orang Indonesia di Irak Saat Nyoblos Capres
Jakarta - Irak, negara yang dikecamuk peperangan ini masih belum bisa dikatakan aman betul. Namun warga negara Indonesia yang ada di sana tetap bersemangat memilih capresnya, demi masa depan negeri tercinta.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baghdad, Irak, yang diterima detikcom, Senin (7/7/2014), suasana panas menyelimuti negeri 1.001 malam ini.

"Suhu udara yang sangat panas berkisar antara 47-50 derajat," kata KBRI Baghdad Irak lewat keterangan yang dikirim Pelaksana Fungsi Pensosbud Darmawan Hadi ini.

Belum lagi, situasi keamanan yang sangat rawan baik di Irak bagian selatan maupun utara juga masih mengancam. Namun kondisi ini dinyatakan tidak menyurutkan semangat dan antusiasme Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri kita untuk menyelenggarakan Pilpres 2014.

"Demikian juga halnya dengan para WNI yang tetap semangat dan antusias untuk berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya," katanya.

Berhubung saat ini sedang bulan puasa dan cuaca di negara beriklim subtropis tersebut sangat terik, maka kebanyakan pemilih berdatangan jelang buka puasa. TPS buka dari 10.00 pagi hingga 22.00 malam. Bahkan pemilih masih antusias menyoblos menjelang pukul 22.00.

Pemungutan suara dilakukan lewat dua cara, pertama melalui TPS yang didirikan di wilayah aman. TPS ada di wilayah Erbil, Kurdistan, yang cukup kondusif. Pencoblosan dilaksanakan pada Sabtu (5/7) waktu setempat.

"Satu buah TPS guna melayani WNI yang berjumlah sekitar 200-300 orang yang mayoritas bekerja sebagai pembantu rumah tangga," lanjutnya.

Cara kedua, melalui drop box untuk daerah yang keamanannya kurang terjamin. Cara lewat drop box ini juga memudahkan para WNI yang menyebar dan bekerja di sektor perminyakan dan energi.

Ternyata, partisipasi pemilih di Irak meningkat 70 persen jika dibanding Pileg lalu. Pada Pileg kemarin, Total WNI di Irak yang memberikan suaranya ada 221 pemilih dari total DPT 258 orang. Sedangkan pada Pilpres kali ini, ada 325 pemilih yang menggunakan hak suaranya dari total DPT sebanyyak 502 orang.

Pemilih yang menggunakan TPS sebanyak 172 pemilih. Sementara yang memakai metode drop box sebanyak 154.

(dnu/mpr)


Berita Terkait