"Kita meminta semua unsur masyarakat agar mendukung program ini untuk kemajuan masyarakat Lebak," ujar Iti usai groundbreaking Stasiun Maja di Lebak, Banten, Rabu (25/6/2014).
Menurut Iti, efek dari pembangunan tidak akan langsung terasa saat ini, namun akan sangat menguntungkan di masa depan. "Pembangunan tidak seperti memakan cabai, ada prosesnya," jelasnya memberi analogi.
Menghadapi pertanyaan tentang apakah pembangunan stasiun ini dapat merugikan masyarakat sekitar, Iti menjelaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi. "Di tahap perencanaan, sudah dilaksanakan studi kelayakan. (Pembangunan ini) sudah memenuhi tahap pengkajian lingkungan," tuturnya.
Menurutnya, masyarakat sekitar justru akan dapat memanfaatkan transportasi kereta api dengan baik. "Ini akan memberi kemudahan dalam transportasi. Kereta api adalah moda transportasi yang ekonomis dan memadai. Stasiun Maja juga membantu menambah lapangan pekerjaan ke depannya," kata Iti.
Sehingga untuk menjaga kelestarian Stasiun Maja dan lingkungan sekitar, Iti meminta masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. "Lamun gedungna bagus, ulah kawasanna kumuh (kalau gedungnya bagus, jangan sampai kawasannya kumuh). Dampak lingkungan harus dijaga. Jadi, budayakan hidup bersih, sehat dan jangan buang sampah sembarangan," katanya mengimbau.
Hari ini pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian meluncurkan groundbreaking pembangunan Stasiun Maja di Kabupaten Lebak, Banten. Selain Iti, acara ini juga dihadiri oleh Plt. Gubernur Banten Rano Karno, Direktur Jenderal KA Hermanto Dwi Atmoko, dan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi.
(rni/nwk)











































