"DKP tidak lebih dari sekadar deklarasi keberhasilan Wiranto dan Habibie dalam mendepak Prabowo dari panggung politik saat Orde Baru berakhir. Lewat keberhasilannya menipu Habibie bahwa Prabowo mengepung istana, Wiranto berhasil membujuk Habibie untuk mencopot Prabowo dari jabatan Pangkostrad," kata Pius dalam siaran pers, Kamis (25/6/2014).
Saat menerima Prabowo pada tanggal 22 Mei 1998, kisah Pius, Habibie sudah mengisyaratkan bahwa Prabowo harus keluar dari dinas kemiliteran. Bahkan Habibie menawarkan jabatan Dubes kepada Prabowo sebagai ganti kesediaan Prabowo untuk keluar dari dinas kemiliteran.
"Setelah Prabowo digeser dari jabatan Pangkostrad dan dibuang ke Bandung sebagai Dansesko ABRI, Prabowo tetap menjadi ancaman potensiil bagi Wiranto dan Habibie. Karier militernya masih panjang," kata Pius.
Kala itu, masih menurut Pius, Prabowo sudah menyandang bintang tiga di usia 47 tahun. Tidak ada banyak posisi untuk jenderal bintang tiga. Dan tidak mungkin juga menahan Prabowo pada posisi Dansesko ABRI untuk waktu yang panjang.
"Sewaktu-waktu dia bisa "comeback" untuk merebut posisi nomor satu di tubuh TNI/ABRI. Oleh karena itu, sebuah keputusan pun dibuat. Prabowo harus keluar dari dinas kemiliteran," kata anggota DPR RI ini.
"Kasus penculikan adalah sebuah alasan yang paling tepat karena keterlibatan Tim Mawar yang berada di bawah kendali Prabowo," kata Pius.
Pius lantas mengutip pernyataan Jaksa Agung kala itu, 'Dia seharusnya tak menjadi satu-satunya orang yang dipersalahkan untuk semua hal,' kata Pius mengutip pernyataan Jaksa Agung Marzuki Darusman.
"Dia sekadar sasaran yang empuk. Tapi itulah yang terjadi. Dengan dikambinghitamkannya Prabowo, tidak seorang pun kemudian akan berusaha mencari tersangka lain, atau menuntut jatuhnya karier perwira lainnya. Tak seorang pun akan balas dendam terhadap orang-orang yang masih hilang," kecam Pius.
"Tak seorang pun memerlukan pengakuan bersalah. Sejauh ada cukup kepercayaan bahwa masalah seseorang akan lenyap bila ada pihak lain, baik perorangan maupun kelompok, yang dapat dipersalahkan dan kemudian disingkirkan," tegasnya.
(van/nrl)










































