Jokowi: Kalau Lautnya Gede, Mainnya di Laut

Jokowi: Kalau Lautnya Gede, Mainnya di Laut

- detikNews
Selasa, 24 Jun 2014 22:28 WIB
Jokowi: Kalau Lautnya Gede, Mainnya di Laut
Palembang - Capres Joko Widodo kembali menjelaskan konsepnya tentang tol laut. Menurutnya, sebagai negara dengan luas laut yang lebih banyak dibanding daratan, Indonesia seharusnya jaya di laut.

"Negara ini besar dan harusnya laut itu betul-betul dimaksimalkan dan digunakan. Negara manapun, kalau daratannya besar, mainnya kereta api. Kalau lautnya gede, pasti mainnya di laut," kata Jokowi di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/6/2014).

"Kita ini mainnya di darat, semua mengeluh jalan darat rusak, tiap tahun harus dipelihara. Semua di darat. Kelapa sawit darat, karet darat, mestinya kita ini konsen di laut dan kereta api. Trans Sumatera atau Trans Kalimantan dan tol laut," tambahnya.

Tol laut yang dimaksud capres nomor urut dua ini adalah keberadaan kapal barang yang sangat besar beroperasi dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Sehingga tak ada kesenjangan harga barang antara Papua dengan Pulau Jawa.

"Kalau bisa dikerjakan tol laut itu, harga semen bisa sama. Saya ini pelaku, mengirim barang dari Jawa ke Papua lebih mahal dari Jawa ke Eropa," keluh Jokowi.

Kemudian Jokowi menyinggung Tanjung Siapiapi di Palembang, di wilayah itu rencananya akan dibangun pelabuhan besar. Jokowi berharap pelabuhan itu bisa segera dirampungkan sehingga kapal besar bisa merapat ke Palembang dan memajukan ekonomi setempat.

"Ini harus jadi deep seaport, jadi kapal besar bisa merapat. Duitnya dari mana? Ya dari APBN, nggak bisa? Ya dari investor tapi pengurusan izinnya harus cepat. Lalu UU dan PP harus segaris, jangan UU sendiri terus PP pemda sendiri lalu buat pelabuhan pusing semua karena ketabrak (UU dan PP)," ujar Jokowi.

Tak hanya di situ, ia memberikan gambarannya agar Indonesia tidak mengeksport barang mentah. Tapi membuatnya sebagai barang setengah jadi dan barang jadi, setelah itu bisa diekspor keluar negeri.

"Di sini kenapa banyak sawit, ya harus dijadikan barang jadi. Karet juga jangan diekspor barang mentah. Mesti harus berani memulai yang setengah jadi menjadi barang jadi, sehingga pelabuhan itu efisien," ujar Jokowi.

"Tapi dengan catatan perda di sini mendukung dan birokrasinya dibenahi, izinnya cepat. Musimnya sudah e-budgeting dan sebagainya, kok masih ketemu orang," tambahnya.

Lalu bagaimana dengan pembangunan daerah Sumatera Selatan setelah itu? "Mestinya hasil itu memang diperbesar untuk ditingkatkan ke daerah. Ini dibagi lagi ke provinsi dipotong lagi, kita harus ubah supaya semua menikmati," jawabnya.

(vid/mok)


Berita Terkait