Operasi Batu Empedu Djatun Sukses
Jumat, 24 Des 2004 07:25 WIB
Jakarta - Mantan Menko Ekonomi di kabinet Megawati, Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, sedang dalam tahap recovery di Singapore General Hospital (SGH), setelah menjalani operasi batu empedu. Hingga Jumat (24/12/2004) pagi, kondisi Dorodjatun kian membaik."Diharapkan dalam satu dua hari ini Pak Djatun - begitu dia akrab dipanggil -sudah bisa keluar dari rumah sakit," tutur kolega dekat Dorodjatun, Arief Surowijoyo kepada detikcom, Jumat (24/12/2004) pukul 07.00 pagi. Arief ikut menunggui saat Djatun menjalani operasi.Proses operasi batu empedu itu sendiri dilakukan pada Kamis (23/12/2004) pukul 15.00 waktu Singapura. Adalah Prof Wong Wai Keong, Kepala dan Konsultan Senior Departemen Bedah Singapore General Hospital yang mempimpin operasi batu yang bersarang di empedu Djatun. Setelah operasi, di dunia kedokteran dikenal prosedurnya sebagai laparoscopic cholecystectomy yang cukup aman (keberhasilan sekitar 90-95%), singkat, dan ternyata memang berhasil baik. Untuk diketahui saja, setelah berhenti menjadi Menko Ekonomi, Dorodjatun tidak mau terlalu sibuk dengan berbagai kegiatan. Djatun hanya mau beraktivitas sebagai profesor di FEUI dan ceramah di tempat terpilih. Sambil menikmati istirahat panjang, Dorodjatun menghabiskan waktu dengan wanita-wanita yang selalu mengelilinginya: Emiwaty isterinya, mertua, tiga puteri dan satu cucunya.Namun Djatun akhirnya harus menyerah kalah. Bukan kepada negara atau lembaga donor asing, atau pada konglomerat penilep BLBI, tetapi pada batu yang bersarang pada empedunya. Sakit yang dideritanya itu baru dirasakan setelah 2 bulan berhenti sebagai orang nomor satu di RI soal kebijakan ekonomi. Sakit yang selama ini tidak dirasakan karena kerja kerasnya mengurus ekonomi Indonesia sejak jadi Dubes RI di Washington sampai Menko Ekuin, mendadak muncul dan memaksa doktor ekonomi ini berurusan dengan doktor medis. Padahal batu di empedunya itu sebenarnya sudah bersarang sejak ia menjadi dubes RI di AS.Beberapa minggu lalu, si batu memaksa membawanya ke beberapa dokter di Indonesia, yang segera menyarankan agar urusan ini dibereskan cepat-cepat sebelum mengganggu fungsi tubuh lainnya. Asal tahu saja, kalau meradang, si batu bisa menyebabkan fungsi lever terganggu, dan kolesterol jahat bisa tidak terkontrol. Djatun, profesor yang enerjetik dan kaya humor ini segera terbang ke Singapura Selasa (21/12/2004) lalu.Kondisi Djatun, si penghobi fotografi dan penggemar berat jazz itu sedang dalam tahap recovery di SGH. Semoga lekas sembuh.
(bdi/)











































