Humas BNPB Agus Wibowo mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Sabtu (21/6/2014). Dia menjelaskan, berdasarkan satelit Terra/Aqua jumlah titik panas hari ini bertambah banyak 250 dari sehari sebelumnya hanya 87 hotspot.
"Bila melihat dalam hitungan sepekan ini, jumlah titik panas terus bertambah banyak. Ini harus diantisipasi secepat mungkin," kata Agus.
Agus merincikan adapun sebaran titik panas ini masih di sejumlah kabupaten yang pada 2 bulan lalu terbakar.
Sebaran titik hotspot itu paling besar di Kabupaten Rokan Hilir, 157 hotspot. Selanjutnya, Bengkalis 39, Inhil 5, Kampar 8, Dumai 16, Kuasing 4, Pelalawan 9, Rohul 11 dan Siak 1.
Dengan munculnya titik hostpot ini, makan menunjukan masyarakat di Riau kembali melakukan pembakaran lahan. Padahal, dua bulan lalu, BNPB telah menurunkan 1.000 personil TNI untuk melakukan pemadaman api.
Presiden SBY juga sempat menginap di Pekanbaru untuk memantau langsung kondisi kebakaran yang terjadi di Riau. Malah saat itu SBY menegaskan lewat Kapolri dan Panglima TNI bila di suatu kabupaten terdapat titik api, maka Kapolres dan Komandan Kodim akan dicopot.
Dua bulan lalu, langit Riau dikepung asp tebal. Imbasnya merembet kemana-mana. Lebih dari 100 ribu orang terserang penyakit ISPA. Sektor ekonomi dijalur penerbangan sempat lumpuh total. Sebagian warga pun sempat mengungsi karena udara yang tak sehat.
(cha/ndr)










































