Transaksi pembelian itu cukup fantastis, yakni mencapai Rp 869,8 miliar. Namun MNC Group membantah kabar transaksi tersebut.
Juru Bicara MNC Arya Sinulingga mengatakan di pasar modal tidak ada nama investor yang tak valid seperti 'Tanoesoedibjo Prabowo Hatta'.
"Itu kan kelihatan anehnya, mana ada nama seperti itu. Ini sarat unsur politis dan penipuan. Ini Fitnah," kata saat berbincang dengan detikcom, Jumat (20/6/2014).
Selain itu, Arya mensinyalir berita pembelian saham itu yang pertama kali muncul di sebuah situs berita adalah berita advertorial alias iklan. Berarti, kata Arya, ada pihak yang membayar supaya berita tersebut bisa tayang.
"Kita sedang telusuri ini, pertama kali beritanya muncul itu bentuknya advertorial. Itu kan berarti bayar. Ini settingan," jelasnya.
Ia juga menyayangkan situs-situs berita lain yang langsung mengutip berita tersebut tanpa konfirmasi ke Grup MNC. Dugaan sementara dari penyelidikan yang dilakukan Arya adalah situs yang pertama kali memunculkan berita pembelian saham itu terafiliasi dengan salah satu tim sukses pasangan sukses.
"Sepertinya situs tersebut merupakan afiliasi salah satu tim sukses. Ini masih kami selidiki," ujarnya.
Lalu bagaimana dengan foto yang menunjukkan di data Bloomberg tercatat nama Tanoesoedibjo Prabowo Hatta?
"Takutnya itu sudah diutak-atik, karena kan tidak mungkin nama investor aneh begitu bisa muncul," ujarnya.
Dugaan Arya, data tersebut sudah diutak-atik atau foto yang menunjukkan data itu sudah diubah memakai perangkat lunak grafis.
(ang/erd)










































