"Jadi kan Pak Jokowi punya program ekonomi kerakyatan, nah pasar ini untuk menunjukan itu ke masyarakat kecil. Jadi ini lho ekonomi kerakyatan yang dimaksud," ujar Zein di Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Kamis (19/6/2014).
Komoditas yang dijual di Pasar Sembako Murah ini beraneka ragam dengan harga di bawah rata-rata harga pasar. Zein menyebut program ini sekaligus mengantisipasi inflasi yang biasanya muncul menjelang bulan Ramadhan.
"Jadi kita beli langsung dari distributor langsung tanpa lewat tengkulak. Jadi bisa kita jual murah. Paling kita ambil untung Rp 100 - Rp 200 perak buat modal lagi buat bikin di tempat lain," tutur Zein.
Untuk seliter beras dijual seharga Rp 7.000 dari harga normal Rp 10.000. Sementara untuk gula pasir dijual Rp 2.000 lebih murah dari harga pasaran.
Selain menyediakan sembako dengan harga murah, Rukmindo juga memberikan fasilitas pinjaman modal bagi UKM. Meski dana yang dipinjamkan tak begitu besar, namun menurut Zein para pelaku UKM akan sangat terbantu.
"Syaratnya adalah mereka harus bentuk kelompok UKM dulu misalnya 10 orang. Setelah itu kita pinjamkan dana tanpa bunga. Ketika satu kelompok sudah berhasil kembalikan modal kita putar ke kelompom lain. Begitu seterusnya," kata Zein.
Misi Rukmindo adalah menghindarkan pelaku UKM dari renteneir. Menurut Zein hal ini sesuai dengan program Jokowi-JK bila nantinya terpilih.
Untuk modal dana, Zein menuturkan bahwa untuk membuka pasar murah ini berasal dari dana patungan relawan Rukmindo. Ada pun Ketum Rukmindo Muhammad Ikhsan yang mengkordinasikan.
Pasar murah ini sendiri akan buka hingga menjelang Idul Fitri. Namun saat masa kampanye usai maka atribut Jokowi-JK akan dilepas tanpa menutup pasar murah.
"Di sini kita bekerja sama dengan Forbes (Forum Besar) Jokowi-JK," pungkas Zein.
(bpn/mpr)











































