"Jenazah masih dalam perjalanan, keluarga pertama kali tahu dari radio kalau kakak ipar saya bus pariwisatanya kecelakaan di Subang," ujar adik Ipar korban Zul Insan (47) ditemui di rumah duka Jala H. Amsyir Rt 05/04, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (18/6/2014).
Ia mengatakan Abdul merupakan kernet yang merangkap supir cadangan di bus tersebut. Mendapati kabar duka istri, anak dan adik kandung korban bergegas berangkat ke Subang.
"Semalem anak istri dan adiknya sekitar jam 1 langsung ke lokasi untuk memastikan. Korban sendiri memang dapat orderan untuk dharma wisata rombongan sekolah Al-Huda di Cengkareng ke Ciarter,"tuturnya.
Sehari sebelum kejadian, Zul mendapati firasat tidak enak lewat mimpi. Pasalnya ia mengimpikan dirinya kecelakaan.
"Antara sadar dan tidak sadar waktu itu begitu terbangun saya dapat kabar musibah," ungkapnya.
Jenazah Abdul akhirnya tiba di rumah duka. Sang istri yang tengah mengandung itu terus menangisi kepergian suaminya dan jatuh pingsan.
"Istrinya lagi hamil tujuh bulan, insya Allah kalau jadi ini anak ketiganya nanti," ujar adik ipar Abdul Rahman, Zul Insan.
Abdul meninggalkan seorang istri dan dua anak. Dimata Zul, kakak iparnya merupakan sosok kepala keluarga yang bertanggung jawab. Almarhum sangat menyangi kedua anaknya. "Dia baik banget tidak pernah mengeluh sosok suami bertangung jawab," ungkapnya.
(edo/mpr)










































