Farhan dan Fuad Bawazier Calon Kuat Pimpin PAN
Kamis, 23 Des 2004 09:37 WIB
Jakarta - Menjelang kongres PAN Februari 2005 di Semarang, sejumlah tokoh PAN sudah mulai menyusun strategi untuk merebut pimpinan tertinggi di partai berlambang matahari bersinar itu. Untuk sementara, calon terkuat adalah Farhan Hamid dan Fuad Bawazier. Sebenarnya, ada beberapa nama tokoh yang sampai saat ini masih muncul menjadi kandidat ketua umum PAN 2005-2010 menggantikan Amien Rais yang sudah tidak mau dicalonkan lagi. Selain Farhan dan Fuad, ada nama tokoh lain seperti Afni Ahmad, Didik J Rachbini, Hatta Rajasa, dan Din Syamsuddin. Namun, dari kelima tokoh yang disebut itu diperkirakan Farhan dan Fuad yang memiliki posisi kuat. Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, Kamis (23/12/2004) dari sumber-sumber di partai itu, Fuad telah menggarap DPW dan DPD PAN di wilayah Jawa, sedangkan Farhan telah mendekati DPW dan DPD PAN di daerah luar Jawa. "Tapi, Farhan juga sudah membentuk tim khusus untuk mulai melobi Jawa. Selama seminggu kemarin, saya juga sudah mulai turun untuk menyosialisasikan ke sejumlah daerah di Jawa," kata politisi muda PAN itu. Fuad juga telah membentuk tim khusus. Fuad selama ini memang dikenal sebagai politisi 'licin'. Nama Fuad juga masih lebih tenar dibanding Farhan, karena pernah menjadi menteri keuangan. Fuad juga dikenal sebagai pelobi ulung, meski namanya sering dikaitkan dengan Orde Baru. Fuad yang kini anggota MPP DPP PAN, juga menjabat Ketua Umum KAHMI. Sementara Farhan, namanya cukup dikenal karena pernah menjadi ketua Fraksi Reformasi DPR RI. Farhan juga telah menjadi kader PAN sejak partai ini didirikan. Dia pernah menjadi fungsionaris di DPW PAN Nannggroe Aceh Darussalam. Track record Farhan dinilai bersih. Tiga tokoh lain, Afni Ahmad, Didik J Rachbini, dan Din Syamsuddin dinilai tidak memiliki posisi kuat. Afni belum sepopuler Farhan dan Fuad. Didik J Rachbini dinilai masih sebagai orang baru, meski namanya cukuo populer. Sementara Din Syamsuddin cukup populer. Namanya diajukan oleh kader-kader PAN yang berasal dari Muhammadiyah. Dukungannnya sebenarnya juga lumayan, karena banyak kader Muhammadiyah yang menjadi pimpinan PAN di daerah-daerah. Tapi, Din telah memberikan sinyal menolak pencalonan itu. Din yang kini menjabat wakil ketua PP Muhammadiyah dan sekjen MUI memilih untuk tetap aktif di Muhammadiyah. Sedangkan Hatta Rajasa, meski namanya cukup populer di PAN, tapi memilih tidak ingin maju. Hatta yang kini masih menjabat sekjen PAN memilih berkonsentrasi sebagai menteri di kabinet SBY-Kalla.
(asy/)











































