"Kekuatan relawan sangat penting dalam perjalanan Jokowi-JK. Relawan-relawan ini bukan bayaran. Mereka tak dibayar bukan karena tak bernilai tapi karena tak ternilai dengan uang," ujar Anies dalam siaran pers, Selasa (17/6/2014).
Anies menyatakan para relawan bersedia membantu karena memiliki kepercayaan pada kedua sosok itu. Anies menambahkan, para relawan melihat gambaran dirinya sendiri yang tulus pada Jokowi-JK.
"Ini era kebangkitan politik baru, di mana masyarakat non parpol mau terlibat di dalam proses politik. Jadi dia tak mau lagi sekedar menjadi pemilih, namun harus terlihat dan bergerak memperjuangkannya," jelasnya.
Anies menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi relawan Jokowi-JK bukanlah hal kecil. Di berbagai tempat terjadi banyak serang fisik. "Bila relawan dibegitukan mereka akan semakin yakin bahwa yang mereka bantu ini (Jokowi-JK) adalah benar-benar orang baik. Relawan semakin yakin bila tak dibantu, pasangan ini bisa gagal. Pengalaman negatif itu justru makin membuka mata mereka, bahwa apa yang mereka lakukan adalah pekerjaan yang baik," kata Anies.
Dia juga memastikan bahwa para relawan Jokowi-JK sepenuhnya menyadari perjuangan ini bukan hanya sekadar mengampanyekan pasangan itu. Namun juga memastikan pengawasan atas proses pemilu berlangsung jujur dan adil. "Relawan harus terpanggil hingga mengawasi dan memastikan suara aman. Kerja kita harus tuntas, termasuk mengawasi agar suara tak dicurangi," tandasnya.
Sementara itu, kekuatan relawan pendukung Jokowi-JK semakin tampak menguat. Dalam kunjungannya ke Lapangan Situbuleud, Purwakarta, hari ini, ribuan relawan pendukung Jokowi hadir untuk mendukungnya. Jokowi pun meminta para relawan untuk bergerak aktif mengampanyekan dirinya di lingkungan sekitar mereka.
"Yang bisa kita lakukan, datangi tetangga, saudara, lalu ketuk pintu mereka. Diberitahu tanggal 9 Juli ada Jokowi-JK. Ceritakan tentang Jokowi-JK nomor urut dua. Pokoknya setelah cerita, bilang kalau ingin Indonesia ke depan lebih baik pilih yang nomor dua. Tugas utama kita itu, sekali lagi harus ketuk pintu tetangga," kata Jokowi.
(van/trq)










































