Bertambah, Korban Tewas Gelombang Migran Ilegal ke Spanyol Jadi 80 Orang

Bertambah, Korban Tewas Gelombang Migran Ilegal ke Spanyol Jadi 80 Orang

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 07 Agu 2026 06:13 WIB
Serbuan Migran Ceuta, Tanggung Jawab Siapa?
Serbuan migran ilegal ke Ceuta (Foto: DW News)
Madrid -

Korban tewas dalam gelombang migran ilegal yang masuk dari Maroko ke wilayah Ceuta, Spanyol, terus bertambah. Saat ini, jumlah korban tewas telah mencapai 80 orang.

Dilansir AFP, Jumat (7/8/2026), banyak migran yang tewas tenggelam saat mencoba berenang melewati penghalang di Laut Mediterania sejak 30 Juli lalu. Peristiwa ini memicu ketegangan antara Spanyol dan sejumlah negara Uni Eropa yang menuntut sikap lebih tegas terhadap imigrasi ilegal.

Sebuah badan hukum Spanyol yang bertanggung jawab atas proses identifikasi-terdiri dari ahli forensik dan personel Garda Sipil-menyatakan bahwa otoritas Ceuta telah mengevakuasi 80 jenazah dari laut sejak insiden tersebut terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para ahli forensik telah melakukan autopsi terhadap 80 dari total 82 jenazah (dua di antaranya ditemukan sebelum lonjakan migran terjadi). Hasilnya, 4 orang telah berhasil diidentifikasi, sementara autopsi terhadap dua jenazah terakhir dijadwalkan selesai pada Jumat ini.

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Maroko menyatakan 11 orang tewas di wilayah perbatasan sisi Maroko, yang hampir seluruhnya meninggal akibat tenggelam.

Pemerintah Spanyol menyebutkan bahwa 70 ribu dari 72 ribu orang yang sempat mencapai Ceuta kini telah kembali ke Maroko. Warga migran yang masih bertahan-termasuk ratusan anak-anak tanpa pendamping-kini menghadapi kondisi kehidupan yang memprihatinkan dengan akses terbatas terhadap tempat penampungan, makanan, air bersih, serta sanitasi.

Lihat juga Video 'Polisi Kewalahan! Ribuan Migran Maroko Serbu Perbatasan Spanyol':

(isa/isa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini