Dewan Pers, Mabes Polri dan Bawaslu Bertemu Bahas Tabloid Obor Rakyat

Dewan Pers, Mabes Polri dan Bawaslu Bertemu Bahas Tabloid Obor Rakyat

- detikNews
Senin, 16 Jun 2014 12:21 WIB
Dewan Pers, Mabes Polri dan Bawaslu Bertemu Bahas Tabloid Obor Rakyat
Jakarta - Dewan Pers akan mengadakan pertemuan dengan Mabes Polri dan Bawaslu membahas tabloid Obor Rakyat yang berisi kampanye hitam terhadap Jokowi siang ini. Dewan Pers sebelumnya telah menyebut tabloid Obor Rakyat bukanlah produk pers tetapi selebaran gelap.

"Nanti pukul 14.00 WIB akan ada pertemuan antara Dewan Pers, Mabes Polri, dan Bawaslu," ujar anggota Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo saat berbincang dengan detikcom, Senin (16/6/2014).

"Pertemuan akan langsung dipimpin oleh Pak Bagir Manan di sini (Dewan Pers)," tambahnya.

Dewan Pers memutuskan dalam rapat plenonya di Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa hari yang lalu bahwa tabloid Obor Rakyat tidak menggunakan asas pers. Tabloid Obor Rakyat melanggar semua persyaratan sebuah karya jurnalistik berdasarkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers seperti mencantumkan jelas penanggung jawab dan mematuhi kode etik.

"(Tabloid) Ini alamatnya palsu. Ini bukan produk pers," kata Stanley.

Selain itu, tabloid Obor Rakyat bukan berstatus sebagai badan hukum. Tulisan di tabloid itu tidak mengacu pada kaidah-kaidah jurnalistik karena tidak cover both-side. "Kalau kita perhatikan seperti selebaran gelap. Dicetak tanpa menyebutkan nama pengirim dan ditujukan kepada segmen tertentu, kepada pesantren," ucapnya.

Tim Jokowi telah melaporkan pihak tabloid Obor Rakyat ke Bareskrim Mabes Polri oleh Tim Jokowi-JK hari ini. Tim Jokowi juga telah mengadukan hal ini kepada Bawaslu. Bos tabloid ini diketahui bernama Setiyardi Budiyono.

Setiyardi tercatat sebagai komisaris di PT Perkebunan Nusantara XIII dan bekerja sebagai staf di Kantor Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah. Stafsus Presiden Velix Wanggai menegaskan sikap politik Setiyardi tidak terkait dengan Istana. Sedang Jubir Istana Julian Aldrin Pasha menegaskan tidak ada asisten stafsus yang bernama Setiyardi. Sedang Jusuf Kalla menyatakan keyakinannya bahwa polisi mampu untuk mengusut tabloid itu.

(fiq/nrl)


Berita Terkait